Penanganan Virus Corona di Malang

Kemenag Larang Orang Awam Ikut Memandikan Jenazah Pasien Positif Corona

Kemenag Kota Malang mengimbau masyarakat awam tidak ikut memandikan jenazah pasien positif Covid-19 atau virus corona.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang mengimbau masyarakat awam tidak ikut memandikan jenazah pasien positif Covid-19 atau virus corona.

Proses memandikan jenazah pasien positif corona hanya boleh dilakukan oleh profesional atau petugas kesehatan.

"Petugas juga harus melindungi diri dengan alat pelindung kesehatan, yakni sarung tangan, masker dan disinfektan agar tak tertular virus corona dari jenazah," ujar Burhanudin, Humas Kemenag Kota Malang, Rabu (25/3/2020).

Dia mengatakan jenazah pasien corona dimakamkan tidak lebih dari empat jam sejak dinyatakan. Penguburan, katanya, wajib berjarak 50 meter dari sumber air tanah.

"Dan berjarak dengan pemukiman harus 500 meter," ucap dia.

Burhanudin menambahkan jenazah pasien positif corona juga harus dikubur di kedalaman 1,5 meter dan ditutup tanah minimum satu meter.

Keluarga, lanjut dia, hanya diperbolehkan mengikuti proses salat jenazah.

"Itu pun ketika proses pemulasaran sudah selesai," katanya.

Burhanudin meminta masyarakat menaati tata cara pemulasaran sesuai instruksi Kemenag. Agar, penularan virus corona dari jenazah dapat dicegah.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved