Kabar Surabaya

Update Virus Corona di Jawa Timur Bertambah Jadi 59 Orang, Meninggal Dunia 3 Orang, Sembuh 7 Orang

Update Virus Corona di Jawa Timur Bertambah Jadi 59 Orang, Meninggal Dunia 3 Orang, Sembuh 7 Orang

Update Virus Corona di Jawa Timur Bertambah Jadi 59 Orang, Meninggal Dunia 3 Orang, Sembuh 7 Orang
shutterstock
Ilustrasi pasien virus corona 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan adanya tambahan baru untuk pasien positif virus corona di Jawa Timur.

Per hari ini, Kamis (26/3/2020), total kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 59 orang. Dengan tambahan per hari ini mencapai delapan orang.

“Hari ini, Kamis (26/3/2020), yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur tercatat 59 kasus."

"Harr ini terkonfirmasi ada tambahan delapan orang. Yang delapan tambahan baru tersebar dua di Surabaya, tiga Sidoarjo, dua Kediri dan satu Gresik,” kata Khofifah, dalam jumpa pers sore ini.

Dengan begitu, saat ini untuk rincian perkembangan kasus Covid-19 positif di Surabaya ada 33 orang, di Kabupaten Sidoarjo ada 8 orang, di Magetan ada 8 orang, Kabupaten Malang ada 4 orang, Kabupaten Kediri 2 orang, dan Kota Malang 2 orang serta Gresik ada 1 orang. 

“Dengan demikian, maka kabupaten Kediri sudah menjadi zona merah. Gresik sudah menjadi zona merah. Menyusul Surabaya, Sidoarjo, Magetan, Malang Raya,” kata Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini, untuk yang terkonfirmasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim 221 orang, dan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)yang terkonfirmasi ada 3055 orang.

Serta untuk dinamika perkembangan Covid-19 di Jawa Timur sampai saat ini sudah ada 7 orang yang terkonfirmasi sembuh dan dalam tes lanjutan sudah terkonfrimasi negatif.

Sedangkan yang meninggal hari ini pertambah 1 orang yaitu dari Sidoarjo.

Sehingga total orang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia menjadi 3 orang yaitu 1 orang dari Surabaya, 1 orang dari Sidoarjo dan 1 orang dari Malang.

Sementara itu terkait pasien yang meninggal di Sidoarjo semalam, dijelaskan oleh Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid di Jatim yaitu dr Joni Wahyuhadi, menjelaskan bahwa yang bersangkutan semula dirawat di salah satu rumah sakit di daerah Waru.

“Beliau meninggal dengan kondisi memiliki penyakit penyerta yaitu diabates mellitus. Kalau diabetes kemasukan virus ini berbahaya karena diabetes ini merusak dinding pembuluh darah. Sedang virus ini juga merusak dinding pembuluh darah juga, makanya berbahaya,” kata Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved