Berita Malang Hari Ini
'Satu untuk Malang' Jadi Tema Kota Malang Dalam Menangani Wabah Virus Corona
Perayaan Ulang Tahun Kota Malang ke-106 Tahun yang bertepatan pada Rabu 1 April 2020 nampak berbeda dari perayaan di tahun sebelumnya.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
Kelima, melaporkan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan Covid-19 kepada Wali Kota Malang.
2. Anggarkan Rp 37 miliar Untuk Penanganan Covid-19 di Kota Malang.
Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 37,310 miliar dalam menangani Covid-19 atau virus corona.
Anggaran tersebut juga termasuk anggaran yang sebelumnya disiapkan oleh Pemkot Malang senilai Rp 2,150 miliar.
Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, penambahan anggaran ini untuk penanganan Covid-19 yang diperuntukkan dalam bentuk bantuan sosial kepada warga kota yang terdampak.
Di antaranya ialah kepada PKL, para penyandang disabilitas tuna netra yang selama berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin.
Selain itu, penambahan anggaran ini juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, yang berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.
Pembahasan dan permusan anggaran serta rujukan kegiatan yang akan disasar, juga menghadirkan dan melibatkan Ketua DPRD, Kejaksaan Kota Malang dan Polresta Malang.
Rencananya, RSUD Kota Malang akan disiapkan sebagai rumah sakit rujukan.
"Saat ini ada empat rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan pasien Covid-19. Yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk itu rencana kami dialokasikan sekitar Rp 15 miliar," ucapnya.
Dia menambahkan, postur anggaran penanganan covid 19 ini terurai Rp 2,150 miliar dari belanja tidak terduga.
Kemudian Rp 9,9 miliar bersumber dari Dinas Kesehatan yang dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang Laboratorium Kesehatan, pengadaan unit bilik sico dan bahan disifectan.
Secara khusus, Wasto menyampaikan, Pemkot Malang akan menginjeksi warga terdampak, dengan alokasi sebesar Rp 10,260 miliar.
"Kami tidak tahu sampai kapan badai ini berlalu, semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi. Dan terus akan kami libatkan dan ajak bersama Dewan (Pimpinan), Kejaksaan (Kajari) maupun Polresta (Kapolresta)," imbuhnya.
Tak hanya itu, anggaran tersebut juga didapatkan dari pemangkasan sejumlah anggaran dari proyek pembangunan yang dilakukan Pemkot Malang di tahun 2020.