Berita Malang Hari Ini

'Satu untuk Malang' Jadi Tema Kota Malang Dalam Menangani Wabah Virus Corona

Perayaan Ulang Tahun Kota Malang ke-106 Tahun yang bertepatan pada Rabu 1 April 2020 nampak berbeda dari perayaan di tahun sebelumnya.

Humas Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perayaan Ulang Tahun Kota Malang ke-106 Tahun yang bertepatan pada Rabu 1 April 2020 nampak berbeda dari perayaan di tahun sebelumnya.

Sejumlah perayaan dalam HUT di tahun 2020 ini terpaksa harus ditiadakan karena wabah virus corona atau Covid-19.

Padahal, Pemerintah Kota Malang telah mengusung tema 'Satu untuk Malang'.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan tema tersebut memiliki spirit salam satu jiwa demi kemajuan kota Malang yang digapai hanya karena bersatunya semua elemen yang ada di Kota Malang, bhumi Arema.

"Kolaborasi pentahelix, yang menggambarkan elemen A B C G M (Akademisi, Bisnis/Pengusaha, Community/Masyarakat, Government/Pemerintahan dan Media) bersatu energi dan bersinergi dalam satu gerak demi kota Malang."

"Tidak ada lagi aku dan kamu atau kelompokmu-kelompokku, yang ada hanya satu (kepentingan) untuk Malang," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (31/3/2020).

Tema tersebut juga menjadi satu harapan agar nilai-nilai keguyuban, kegotong royongan, persatuan dan kesatuan tidak tercabik cabik serta terpecah oleh sikap saling bertentangan dan tutur penuh amarah dan kebencian.

Tetapi tema 'Satu untuk Malang' kini menjadi sebuah slogan dalam memerangi penyebaran wabah virus corona di Kota Malang.

Pasalnya, Kota Malang telah masuk ke dalam daftar zona merah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah ada posien positif Covid-19 di Kota Malang.

Hingga tanggal 30 Maret 2020, tercatat ada 179 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 18 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Malang.

Dari 18 Pasien PDP tersebut, ada empat pasien positif corona. Tiga di antaranya telah sembuh dan satu kini masih dirawat rumah sakit RKZ Kota Malang.

Untuk itu, Wali Kota Malang Sutiaji meminta kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada.

Masyarakat diimbau agar tetap melakukan aktifitas di dalam rumah dan menerapkan physical distancing (pembatasan pertemuan orang per orang di luar rumah).

Bahkan, Kawasan Jalan Ijen Kota Malang telah diterapkan zona physical distancing oleh Pemkot Malang bersama dengan Forkopimda dari unsur TNI/Polri.

"Badai corona bisa menerpa siapa saja. Penerapan physical distancing ini merupakan bagian dari langkah memutus mata rantai sebaran Covid-19," ucap Sutiaji.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved