Virus Corona di Jatim

ITS Kenalkan Inovasi Ventilator Simpel & Murah, Solusi Kebutuhan di Ruang Isolasi Pasien Corona

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi langkah yang tengah ditempuh ITS dalam mematangkan beberapa inovasi alat kesehatan.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
INOVASI VENTILATOR - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad Ashari (kanan) saat menunjukkan mesin pompa udara (ventilator) karya tim peneliti ITS di Gedung Pusat Robotika, Selasa (7/4/2020). ITS mengembangkan inovasi mesin pompa udara (Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator) untuk membantu tenaga medis dalam menangani perawatan pasien terinfeksi COVID-19 sekaligus untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan ventilator yang dimiliki rumah sakit di Indonesia 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sedang mengembangkan alat kesehatan ventilator emergency sebagai bentuk dukungan dari upaya penanganan virus corona.

Alat kesehatan untuk bantuan pernafasan itu jadi salah satu yang paling urgen di tengah penanganan wabah Virus Corona (Covid-19).

ITS mengembangkan inovasi mesin pompa udara (Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator) ini untuk membantu tenaga medis dalam menangani perawatan pasien terinfeksi COVID-19.

1 Pasien Positif dan 11 PDP Covid-19 Sidoarjo Sembuh, Jumlah Pasien Positif Corona 18 Orang

Plt Kadinkes Kabupaten Kediri yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh, 2 Minggu Dirawat di RSUD SLG

Pemkot Malang Perpanjang Masa SE Wali Kota tentang Kesiapsiagaan Dunia Usaha dalam Hadapi Covid-19

Pengembangan alat ini sekaligus untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan ventilator yang dimiliki rumah sakit di Indonesia

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi langkah yang tengah ditempuh ITS dalam mematangkan beberapa inovasi alat kesehatan.

"Ventilator ini menggunakan desain yang dibuat oleh Massachusetts Institute of Technology dan mekanismenya sejauh ini positif," ucap Emil, Selasa (7/4/2020).

Emil menjelaskan dalam pengembangan inovasi ini, ITS juga didampingi oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK).

"Nanti kalau memang alatnya sudah ada, kita cari beberapa unit yang sudah bisa di stand by kan sebagai perangkat darurat," ucap Mantan Bupati Trenggalek ini

"Tentunya yang diutamakan tetap ventilator,  tetapi kalau emergency dan sudah mendapatkan persetujuan dari BPFK kita menyiapkan beberapa unit untuk cadangan," lanjutnya.

Selain ventilator emergency, Pemprov Jatim juga sudah berkolaborasi dengan desain produksi ITS untuk pembuatan face Shield atau perisai wajah yang menggunakan teknologi 3D printing.

"3D printing ini ternyata turut berperan mendesain perisai wajah atau face Shield yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang sudah bekerjasama dengan RS Unair," kata Emil.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa alat ventilator sebagai alat bantu pernafasan kini turut menjadi alat medis yang susah dicari.

Padahal alat tersebut menjadi alat medis yang sangat penting dalam menangani pasien Corona atau Covid-19.

Saat ini Pemprov Jatim juga sedang melakukan pengadaan sebanyak 11 alat ventilator.

Akan tetapi alatnya masih belum datang. Padahal alat ini penting untuk mengembangkan ruang isolasi baru, baik di RSUD Dr Soetomo Surabaya maupun rumah sakit lain di bawah koordinasi Pemprov Jatim.

Selain sulit dicari, harga alat ventilator ini juga cukup mahal. Satu unit alatnya bisa diperoleh dengan harga Rp 600 juta.

(Sofyan Arif Candra Sakti)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved