Virus Corona di Jatim
Dana Desa Dialihkan ke BLT untuk Tangani Corona, Wagub Emil Minta Masyarakat Desa Diutamakan
Pemprov Jatim akan merealokasikan dana desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim akan merealokasikan dana desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT ini akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat adanya wabah Virus Corona (Covid-19).
Wakil Gubernur Emil Dardak mengungkapkan untuk penyaluran BLT ini penerimanya akan diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
"Seluruh yang ada di DTKS ini akan dilengkapi dengan BLT tadi, yang belum mendapatkan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) akan mendapatkan BLT," ucap Emil, Jumat (10/4/2020).
Namun begitu, Emil menjelaskan prioritas dari BLT ini adalah masyarakat terdampak yang ada di pedesaan berdasarkan pendataan dari kepala desa setempat terutama yang belum mendapatkan BPNT, mengikuti program pra kerja maupun penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Mantan Bupati Trenggalek ini menejelaskan untuk BLT sendiri rencananya akan diberikan selama 3 bulan. B
"Berbeda dengan BPNT yang akan diberikan hingga akhir tahun," sambungnya.
Selain durasi, nilai manfaat yang diterima juga berbeda, jika BLT senilai Rp 600ribu sedangkan BPNT sebesar Rp 200ribu.
Jumlah penerima BPNT di Jatim sendiri memang bertambah mulai bulan April 2020 ini.
Dari yang semula 2,7 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) ditambah 1 juta 42 ribu manfaat sehingga total penerimanya 3 juta 742 ribu KPM.
Nominal yang diterima pun juga bertambah dari semula Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti