Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ada Coretan Lagi di Underpass Karanglo Singosari, 10 Remaja Ala Anak Punk Terancam Pasal 160 KUHP

Status 10 remaja itu masih sebagai saksi atas kasus pencoretan dinding underpass Karanglo. jika terbukti mereka bisa bisa dijerat pasal 160 KUHP.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Sepuluh remaja ala punk yang diamankan polisi saat berada di Polres Malang, Senin (13/4/2020). Mereka datang untuk diperiksa terkait kasus vandalisme di Underpass Karanglo. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polres Malang memeriksa 10 remaja karena diduga sebagai dalang di balik coretan bernada makar di Underpass Karanglo, Kabupaten Malang, Minggu (12/4/2020).

Ketika digelandang ke Polres Malang, Senin (13/4/2020), 10 remaja tersebut berpakaian serba hitam, penampilan ala punk.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menerangkan, 10 remaja bertato itu ditangkap pada hari Minggu (12/4/2020).

Kabar Gembira! Kiper Arema Teguh Amirudin di Karuniai Buah Hati Pertamanya

Desa Harus Siapkan Safe House, Forkopimda Kabupaten Malang Ingatkan Bahaya Wabah Virus Corona

Polres Malang akan Tindak Tegas Oknum Warga yang Provokasi Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona

Kawanan remaja itu ditangkap saat berada di Pasar Lawang.

Status 10 remaja itu masih sebagai saksi atas kasus pencoretan dinding underpass Karanglo.

Hendri memerintahkan jajarannya untuk mendalami kasus vandalisme tersebut.

"Apakah ada kaitannya dengan anarko? Petugas masih menyelidiki apakah ada salah satu dari mereka yang berkaitan dengan anarko dan mereka saat ini jadi saksi," ujar Hendri.

Hendri menambahkan, jika terbukti para remaja yang melakukan aksi vandalisme bisa dijerat pasal 160 KUHP.

Pasal tersebut berisi, barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Para remaja yang mengaku putus sekolah dan sehari-hari biasa mengamen itu diduga membuat coretan bernada 'melawan ' negara. 

Coretan dengan cat semprot menempel di dinding tepi jalan underpass Karanglo Singosari itu di antaranya berbunyi "Bubarkan Negara" "Rakyat Tidak Butuh Negara"

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved