Minggu, 19 April 2026

Kesehatan

Imbas Wabah Virus Corona, Masjid Al Aqsa di Yerusalem Ditutup Selama Bulan Ramadan

Wabah virus corona atau Covid-19 yang masih berkeliaran berimbas pada penutupan Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem selama bulan Ramadan.

Editor: eko darmoko
Wikipedia
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem 

SURYAMALANG.COM - Wabah virus corona atau Covid-19 yang masih berkeliaran berimbas pada penutupan Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem selama bulan Ramadan.

Melansir Al Jazeera, Jumat (17/4/2020), penutupan Masjid Al Aqsa diumumkan oleh Lembaga Wakaf Islam Yerusalem, dewan khusus yang ditunjuk oleh Yordania untuk mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Kamis, 16 April 2020, dewan tersebut mengatakan bahwa langkah itu telah sejalan dengan fatwa ulama dan pertimbangan medis.

Selain itu, mereka juga mengimbau umat Muslim tetap melakukan salat di rumah mereka selama bulan Ramadan untuk menjaga keselamatan mereka.

Meski demikian, panggilan azan masih akan tetap dilaksanakan lima kali sehari di Masjid Al Aqsa selama bulan Ramadan dan pengurus masjid masih akan diizinkan masuk.

Bulan suci Ramadan akan dimulai sekitar 23 April 2020.

Kompleks Masjid Al Aqsa
Kompleks Masjid Al Aqsa (artstuckinmyeye.wordpress.com)

Di bulan tersebut, biasanya puluhan ribu umat Muslim melaksanakan salat tarawih setiap hari di Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrah, yaitu sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsa yang berdekatan.

Kompleks Masjidil Aqsa memiliki sejarah penting bagi agama Samawi.

Bagi umat Islam, situs suci itu disebut Haram al-Sharif.

Bagi umat Yahudi, kompleks itu disebut Temple Mount yang meliputi Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrah.

Umat Muslim meyakini situs tersebut adalah tempat Nabi Muhammad SAW naik ke surga dalam perjalanan Isra' Mi'raj.

Yerusalem memiliki situs-situs yang sakral bagi Yahudi, Kristen, dan Islam, dan ketiga agama itu telah mengambil tindakan pencegahan virus corona.

Pekan lalu, orang-orang Yahudi yang merayakan Paskah di Yerusalem dan di seluruh Israel diminta untuk tinggal di rumah dan merayakannya hanya dengan keluarga dekat.

Biasanya doa besar Paskah diadakan di Tembok Barat Yerusalem, tempat paling suci orang Yahudi diizinkan untuk berdoa di kota, tetapi ibadah tersebut hanya dihadiri oleh segelintir orang.

Di Gereja Makam Suci, upacara Paskah yang biasanya penuh peziarah, hanya dihadiri oleh kelompok-kelompok kecil pendeta yang menutup wajahnya dengan masker.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved