Kesehatan

Amerika Akan Kirim Alat Bantu Pernapasan ke Indonesia Setelah Donald Trump Ngobrol dengan Jokowi

Amerika Akan Kirim Alat Bantu Pernapasan ke Indonesia Setelah Donald Trump Ngobrol dengan Jokowi

Reuters via kontan.co.id
FOTO ARSIP - Jokowi dan Donald Trump saat menggelar pertemuan bilateral di Jerman, Sabtu (8/7/2017). 

SURYAMALANG.COM - Amerika Serikat pada Jumat (24/4/2020) mengatakan akan mengirim ventilator atau alat bantu pernapasan ke Indonesia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkannya di Twitter setelah ia berbicara dengan Presiden RI Jokowi.

Selain Indonesia, negara lain yang akan dikirimi bantuan ventilator oleh AS adalah Ekuador.

Trump menulis bahwa ia berbicara dengan Presiden Lenin Moreno dari Ekuador dan "Kami akan mengirim mereka ventilator yang sangat dibutuhkan, yang baru-baru ini kami produksi banyak, dan membantu mereka dengan cara lain. Mereka berjuang keras melawan Coronavirus!"

Donald Trump
Donald Trump (slate.com)

Kemudian untuk pemberian ke Indonesia Trump menulis, "Baru saja berbicara dengan teman saya, Presiden Joko Widodo dari Republik Indonesia. (Beliau) meminta ventilator, yang akan kami sediakan. Kerja sama yang hebat di antara kami!"

Namun hingga berita ini dirilis, belum diketahui seberapa banyak ventilator yang akan dikirimkan AS dan bagaimana prosedur pengirimannya.

"Ventilator adalah alat bantu untuk life saving. Orang kalau gagal napas, lalu dia tidak dibantu dengan ventilator nanti bisa meninggal dunia," ujar Anggota Kepakaran Divisi Intensive Care Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM dr. Rudyanto Sedono, Sp.An-KIC saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Penggunaan ventilator murni karena pasien membutuhkan perbantuan nafas, bukan karena dia punya penyakit bawaan.

Alat ini jumlahnya sangat terbatas di Indonesia, dicari-cari bahkan hingga ke seluruh dunia.

Erick Thohir
Erick Thohir (Kompas.com)

"Saya ditugasi Pak Menteri (Erick Thohir), ditugasi cari ventilator sampai ke ujung dunia. Jadi termasuk Elon Musk nge-tweet kita kejar juga," ujar Wakil Menteri BUMN Budi Unadi Sadikin saat teleconference dengan wartawan, Selasa (7/4/2020).

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengaku masih kekurangan stok ventilator untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit plat merah yang ditugasi menangani pasien virus corona atau Covid-19.

"Kalau kita lihat RS BUMN ada 611 tempat ICU, sampai hari ini dengan segala cara kita baru ada 50 persennya," katanya, Selasa (14/4/2020).

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved