Virus Corona di Jember

Potret Keluarga Miskin Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Sampai Jual Gelas & Mangkok Buat Beli Beras

Perempuan itu tidak lagi bisa bekerja karena terserang stroke setahun terakhir. Sebelumnya dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Triyata menunjukkan biji kluwih yang dipakai untuk sarapan demi menghemat beras . Masih ada warga miskin yang tak tersentuh bantuan sosial di saat krisis ekonomi wabah virus corona 

Triyata hanya berharap, dirinya bisa terlepas dari jeratan utang 'bank tihtil'. Dirinya masih memiliki tanggungan sebesar Rp 7,8 juta. Dia berjanji, jika bisa terlepas dari jeratan 'bank tihtil' itu, dia tidak akan ngutang lagi ke mereka.

Selain itu, dia juga ingin mendapatkan bantuan peralatan tambal ban untuk anak keduanya.

Jika anaknya bisa membuka sendiri usaha tambal ban, dia yakin akan ada pemasukan untuk keluarga itu meskipun hanya Rp 20.000 per hari. Penghasilan itu diharapkannya bisa menyambung hidup.

"Itu impian saya. Saya sampai pernah berpikir untuk bunuh diri. Tapi sama tetangga, saya dimarahi. Dosa. Saya berharap ada bantuan, terutama kompresor dan alat tambal ban untuk anak saya," pungkasnya.

Triyata tidak mau berharap banyak dari tetangganya, karena beberapa orang tetangganya juga tidak mampu.

Rumah yang ditempati Triyata adalah rumah kontrakan sederhana, dan mulai rusak di beberapa bagian.

Rumah kontrakan itu, dikontrak keluarga itu sampai tiga tahun mendatang.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved