Tips

Tips Mudah Melatih Anak Agar Bisa Puasa

Tentu tidak mudah melatih anak untuk berpuasa. Apalagi jika tahun ini merupakan tahun pertama anak latihan puasa.

Editor: Zainuddin
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Orang tua (ortu) perlu melatih anak untuk puasa selama Ramadan.

Tentu tidak mudah melatih anak untuk berpuasa. Apalagi jika tahun ini merupakan tahun pertama anak latihan puasa.

Psikolog anak Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Primatia Yogi Wulandari mengatakan melatih anak berpuasa perlu dilakukan sejak dini.

"Tentu saja pembiasaannya tidak dengan cara yang dipaksa. Kalau dipaksa, itu dapat membuat anak trauma dan menganggap bahwa puasa itu adalah hal yang menakutkan," kata Primatia kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (23/4/2020).

Hal pertama yang harus dilakukan ortu adalah memberi pengetahuan kepada anak tentang puasa dan manfaatnya.

"Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak agar dapat dipahami secara baik. Bisa juga menggunakan gambar-gambar menarik agar anak lebih dapat menangkap maksudnya," katanya.

Kedua, anak butuh beradaptasi. Makanya jangan memaksa anak untuk langsung berpuasa mulai subuh sampai magrib.

"Ajak anak untuk menentukan sampai jam berapa kira-kira mereka mampu berpuasa. Misalnya anak ingin puasa sampai pukul 09.00 pada hari pertama, lalu hari kedua diajak puasa lebih lama, misalnya sampai pukul 10.000, dan seterusnya," terang Primatia.

Kalau anak tidak mampu, ortu harus bersikap fleksibel, dan membolehkan untuk makan serta minum.

"Namun kemudian melanjutkan dengan menahan makan dan minum," katanya.

Ketiga, menciptakan lingkungan yang mendukungnya untuk berpuasa.

"Lingkungan merupakan hal pertama yang dilihat anak. Jika ortu minta anak puasa, tentu ortu juga harus melakukannya."

"Begitu juga dengan anggota keluarga yang lain," tandasnya.

Biasanya, banyak ortu yang tidak tega mengajarkan anak puasa. Padahal, semakin dini anak belajar berpuasa, semakin baik untuk membentuk kebiasaan baik ini.

"Diharap ortu bisa lebih santai dan fleksibel mengajarkan anaknya. Bila anak masih tampak kuat, ortu justru memotivasinya untuk melanjutkan puasa," imbuh Primatia.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved