Selasa, 5 Mei 2026

Berita Batu Hari Ini

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Gelar Rapat di Rumah Dinas, Membahas Persiapan PSBB

Pertemuan ini menyusul pentingnya membahas rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
suryamalang.com/benni indo
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama unsur Forkopimda tengah menggelar koordinasi membahas persiapan PSBB di Rumah Dinas Wali Kota Batu, Minggu (26/4/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengundang unsur Forkopimda Kota Batu ke Rumah Dinas Wali Kota Batu di Jl Panglima Sudirman, Kota Batu, Minggu (26/4/2020).

Pertemuan ini menyusul pentingnya membahas rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

“Rapat koordinasi ini mendadak dengan Forkopimda, kami membahas tentang situasi sekarang di Kota Batu dan Malang Raya. Kami sepakat akan persiapan PSBB untuk Malang Raya,” kata Dewanti Rumpoko, Minggu (26/4/2020).

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama terlihat hadir. Selain itu juga ada Komandan Kodim 0818/Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Sekda Batu Zadiem Efisiensi, Plt Kepala Satpol PP Batu Muhammad Noer Adhim, dan sejumlah pihak lainnya. Koordinasi berlansung sejak siang hingga menjelang sore.

“Kami tadi membicarakan bagaimana langkah efektif dan memiliki hasil yang bisa menekan penyebaran dengan baik. Sambil menyiapkan Selasa besok saya diundang Bakorwil untuk koordinasi dengan kepala daerah di Malang Raya. Ini saya sudah punya bahannya yang tadi dirapatkan,” terang Dewanti.

Diterangkan Dewanti, keputusan untuk memberlakukan PSBB di Kota Batu karena peningkatan yang signifikan di Kabupaten dan Kota Malang.

“Sementara Batu berada di tengah keduanya. Sehingga kami harus melakukan itu agar menjadi antisipasi yang bagus,” terangnya.

Ketika PSBB dijalankan, Dewanti mengatakan kalau petugas keamanan sudah jelas akan tupoksinya. Ditanya kemungkinan bergabung dengan Pasuruan Raya, Dewanti mengatakan belum mengetahui kepastiannya.

“Kalau Sidoarjo sudah dengan Surabaya. Malang Raya, saya tidak tahu apakan dengan Pasuruan atau tidak. Kalau misal Pasuruan ikut, itu bagus, jadi nyambung. Soal persiapan PSBB, tadinya belum rencana. Tapi insha Allah kami siap,” tegasnya.

Data per 26 April 2020, pukul 16.30 WIB, ada total 27 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang. Sebarannya mulai dari Kecamatan Ngantang, Pujon, Karangploso, Singosari, Lawang, Kepanjen hingga Ampelgading. Ada enam orang yang sembuh dari total 27 pasien positif Covid-19.

Dalan situs resminya milik Pemkab Malang (http://satgascovid19.malangkab.go.id/), Kecamatan Singosari dan Lawang memiliki data ODP terbanyak dibanding kecamatan lainnya. Ada 44 ODP di Singosari dan 43 di Lawang.

Jumlah PDP di dua kecamatan itu juga mendominasi. Di Kecamatan Singosari ada 27 PDP sedangkan dari Lawang ada 18 orang. Menyusul kemudian di Kecamatan Dau yang memiliki total 17 orang PDP.

Sementara di Kota Malang, per 25 April 2020, ada total 13 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Kecamatan Blimbing menjadi tempat terbanyak pasien positif Covid-19.

Sementara di Kecamatan Lowokwaru ada 2 orang. Kecamatan Klojen dan Kedungkandang ada tiga orang. Sedangkan Kecamatan Sukun belum ada laporan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Di tempat yang sama, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori mengatakan sebelum ada PSBB, bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) akan direalisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Itu menjadi hal yang diprioritaskan. Bantuan harus sudah dibagikan secara tepat kepada kelompok sasaran sehingga saat penerapan PSBB, masyarakat bisa tenang.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved