Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Kota Batu

83 Pekerja Bangunan di Batu Dipulangkan Seusai 1 Pekerja Positif Corona Berdasarkan Rapid Test

Sebanyak 83 pekerja bangunan di Kota Batu, dievakuasi setelah sehari sebelumnya ada satu orang yang hasil rapid test-nya positif corona

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Kepala Desa Mojorejo Rujito (membelakangi lensa) memberikan arahan kepada 83 pekerja bangunan vila sebelum semuanya dipulangkan dari tempat kerjanya, Kamis (30/4/2020). Para pekerja tersebut dipulangkan setelah ada salah satu pekerja yang positif corona berdasarkan rapid test. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sebanyak 83 pekerja bangunan di Kota Batu, dievakuasi setelah sehari sebelumnya ada satu orang yang hasil rapid test-nya reaktif. Pekerja yang positif coroona itu mengalami gajala demam dan saat ini tengah menjalani perawatan di RS Karsa Husada.

Kepala desa setempat, Rujito, mengatakan pekerja bangunan yang demam itu berasal dari Kabupaten Pasuruan. Pihak Pemerintah Desa baru mendapatkan informasi tentang hasil rapid tes pada Rabu (29/4/2020).

“Beberapa waktu lalu memang ada kegiatan pembangunan villa pribadi, dan kami telah ke sini sebelumnya untuk memberikan wawasan kepada pekerja. Setelah waktu berjalan, kemarin kami dikabari dari Puskesmas Beji bahwa ada satu pasien atau satu pekerja dari sini kebetulan kondisi agak demam dan diperiksakan ke Puskesmas Junrejo,” terangnya, Kamis (30/4/2020).

Hasil yang keluar berdasarkan rapid test positif atau reaktif.

Para pekerja lainnya sempat melakukan isolasi mandiri sebelum akhirnya dipulangkan.

Namun, isolasi mandiri hanya bisa dilakukan sehari semalam saja.

“Setelah itu, melakukan isolasi mandiri semalam karena kondisinya mendadak. Dengan cara mengumpulkan kembali dari beberapa pekerja yang semula berada di beberapa tempat, karena ada yang sewa rumah sehingga akhirnya dipusatkan di sini,” sambungnya.

Pada Kamis siang, Pemerintah Desa dengan TNI/Polri mengevakuasi seluruh pekerja.

Mereka diantar pulang ke rumahnya masing-masing.

Keputusan evakuasi ini dipilih dengan mengesampingkan dua opsi lainnya.

Dikatakan Rujito, ada tiga opsi sebelum memulangkan mereka.

Pertama adalah melakukan isolasi di lokasi.

Namun karena tempat yang tidak representatif, maka pilihan tersebut tidak dipilih.

Sedangkan opsi kedua adalah menempatkan mereka ke shelter Bima Sakti.

Namun pilihan ini tidak dipilih oleh pemberi kerja karena harus membayar Rp 100 ribu per orang per hari.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved