Breaking News:

Virus Corona di Malang

BPJS Kesehatan Akan Serahkan Data Peserta JKN-KIS Potensi Covid-19 Ke Pemkot Malang

Penyerahan data tersebut dilakukan agar nantinya para peserta JKN-KIS dapat mendapatkan upaya preventif dari pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Dina Diana Permata saat menyampaikan pemaparan pada Forum Komunikasi dan Kemitraan dengan Pemkot Malang di Ruang Sidang Balaikota, Rabu (6/5/2020). 

"Potensi orang yang memiliki penyakit lain sangat tinggi jika dibandingkan dengan orang biasa yang terpapar Covid-19. Jadi dengan adanya edukasi nanti dari Pemkot Malang, pencegahan berkaitan dengan Covid-19 ini bisa diatasi dan diminimalisir," ucapnya.

Dari data BPJS Kesehatan Cabang Malang saat ini terdapat sekitar 836.000 peserta JKN-KIS di Kota Malang.

Sekitar 27.000 orang di antaranya berpotensi memiliki riwayat penyakit kronis dan berpotensi terjangkit Covid-19.

Data tersebut diperoleh, setelah melihat riwayat dari peserta JKN-KIS berdasarkan kategori level yang telah ditentukan.

Penentuan level tersebut juga berdasarkan dari penyakit yang diderita oleh masing-masing peserta tersebut.

"Jadi ini kami mengajukan dan alhamdulilah mendapatkan respon yang positif dari Wali Kota Malang. Semoga saja perjanjian kerjasama ini bisa segera dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menganggap baik rencana yang akan dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Malang.

Menurutnya, data tersebut bisa digunakan untuk memantau masyarakat yang memang benar-benar rentan terpapar Covid-19.

Untuk itu, setelah data tersebut diterima oleh Pemkot Malang, dia memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Malang agar membreakdown kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas.

"Kita harapkan nantinya ada tindakan preventif. Jadi masyarakat bisa menjaga diri dan yang berperan nanti ada di fasilitas kesehatan," ucapnya.

Pria kelahiran Lamongan tersebut juga menjelaskan, bahwa selain itu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di kota Malang juga harus turut serta menjaga sustainabilitas BPJS Kesehatan dengan meningkatkan program promotif preventif.

"Fasilitas kesehatan harus menjalankan sepenuhnya program promotif preventif untuk masyarakat,” tandasnya .

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved