PSBB Malang Raya
UPDATE PSBB Malang Raya Hari Ini 6 Mei 2020: Sudah Diajukan ke Gubernur dan Persiapan Bantuan Sosial
UPDATE PSBB Malang Raya Hari Ini 6 Mei 2020: Sudah Diajukan ke Gubernur dan Persiapan Bantuan Sosial
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut update PSBB Malang Raya hari ini 6 Mei 2020 tentang berkas yang telah diajukan ke Gubernur.
Selain itu, update PSBB Malang Raya hari ini juga mengulas bantuan sosial dan dana yang dialokasikan untuk 5 bulan ke depan.
Dari keterangan Wali Kota Malang rencana PSBB Malang akan terus berjalan dan Kota Batu akan mengikutinya.
Selengkapnya, langsung saja simak update PSBB Malang Raya hari ini yang telah dirangkum SURYAMALANG.COM.
1. Pendataan Guna Bantuan Sosial
Pemkot Malang terus melakukan verifikasi data berkaitan dengan jaring pengaman sosial. Hal itu dilakukan, guna mendata masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan sembari menunggu keputusan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya dari pemerintah pusat.
2. Menambah Kuota Penerima Bantuan Sosial
Pemkot Malang juga akan menambah kuota bagi penerima bantuan sosial dari pemerintah
Selain menambah kuota, Pemkot juga terus melakukan update jaring pengaman sosial dengan cara melakukan verifikasi data agar lebih rinci.
"Jadi yang kemarin belum ke data akan kami data. Mengingat pada saat penyaluran bansos kepada 1.666 kemarin ada sedikit miss. Karena 200 orang dari data tersebut sudah masuk ke dalam data pemerintah pusat," ucapnya.
Meski bantuan tersebut dinilai lamban, pihaknya akan terus melakukan verifikasi data agar penerima bantuan tersebut jelas.
3. Total Dana Bantuan Sosial
Sutiaji mengatakan bahwa untuk bantuan sosial ini Pemkot Malang telah menyiapkan dana sebesar Rp 50 Miliar.
Dana yang telah disiapkan tersebut kata Sutiaji akan cukup hingga lima bulan ke depan.
"Sekarang yang terdata di kami ada 51.000 jiwa. Nanti akan kami tambah sekitar 23.000 lagi. Jadi total yang akan mendapatkan bantuan ini sekitar 70.000-80.000 jiwa di Kota Malang," tandasnya.
4. PSBB Telah Dijaukan ke Gubernur
Kota Malang telah mengajukan PSBB tersebut kepada Gubernur Jawa Timur, meski dua daerah lainnya di Malang Raya, Kabupaten Malang dan Kota Batu hingga kini belum juga mengajukan PSBB tersebut.
"Untuk PSBB kami sudah ajukan," singkat Wali Kota Malang Sutiaji saat ditanya berkaitan dengan PSBB di Malang Raya.
Sutiaji menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Wali Kota Batu berkaitan dengan PSBB ini.
Dalam komunikasi tersebut, Wali Kota Batu mengikuti saja kebijakan apa yang nanti akan dilakukan oleh Kota Malang dan Kabupaten Malang.
5. Kendala Kota Batu
Dikarenakan, Kota Batu merupakan daerah penopang yang masuk dalam satu kesatuan wilayah Malang Raya.
"Kalau dilihat skornya Kota Batu memang kurang. Kalau di kami skor sudah terpenuhi. Di acc atau tidak yang penting kami konsen berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19 ini. Karena yang menilai skor itu bukan kami," ucapnya.
Meski demikian, Sutiaji menjelaskan, bahwa persoalan yang sebenarnya ialah bagaimana cara dalam meminimalisir dampak sosial masyarakat.
6. Situasi KA Lokal saat Persiapan PSBB Malang
Sementara itu di saat-saat persiapan PSBB Malang, hanya tersisa 16 KA Lokal yang masih beroperasi di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mulai 6 Mei 2020.
"Kami kembali membatalkan sejumlah perjalanan KA lokal yang masih tersisa mulai 6 Mei 2020."
"Jadi hanya tersisa 16 perjalanan KA Lokal yang masih beroperasi," kata Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (5/5/2020).
Sedangkan seluruh KA Jarak Jauh/Menengah sudah berhenti beroperasi.
"Total ada 41 perjalanan KA jarak Jauh/Menengah dari Daop 8 Surabaya ke berbagai kota di Pulau Jawa tidak beroperasi sampai 31 Mei 2020," terangnya.
Berikut ini daftar 16 KA Lokal yang masih beroperasi di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya :
1. KA Dhoho (KA 431- 440) relasi Blitar – Kertosono – Surabaya Kota.
2. KA Dhoho (KA 445 – 438) relasi Surabaya Kota – Kertosono – Blitar.
3. KA Tumapel ( KA 448) relasi Malang – Surabaya Kota.
4. KA Penataran (KA 450) relasi Blitar – Malang - Surabaya Kota.
5. KA Penataran (KA 451) relasi Surabaya Kota – Malang - Blitar.
6. KA Penataran (KP/449A) relasi Surabaya Kota - Malang.
7. KA Penataran (KP/452A) relasi Malang – Surabaya Kota.
8. KA Penataran (KP/453A) relasi Surabaya Kota - Malang.
9. KA Ekonomi Lokal Babat (KA 475) relasi Surabaya Pasar Turi - Sidoarjo.
10. KA Ekonomi Lokal Babat (KA 476 – 477) relasi Sidoarjo – Surabaya Pasar Turi - Babat.
11. KA Ekonomi Babat (KA 478 – 479) relasi Babat – Surabaya Pasar Turi - Sidoarjo.
12. KA Ekonomi Babat (KA 480) relasi Sidoarjo – Surabaya Pasar Turi.
13. KA Lokal Kertosono (KA 481) relasi Surabaya Kota - Kertosono.
14. KA Lokal Kertosono (KA 482) relasi Kertosono – Surabaya Kota.
15. KA Lokal Kertosono (KA 483) relasi Surabaya Kota – Kertosono.
16. KA Lokal Kertosono (KA 484) relasi Kertosono – Surabaya Kota.
7. Pesan Bupati Malang Jalani Ramadhan di Tengah Corona
Bupati Malang Sanusi juga memberikan pesan di tengah menjalarnya virus corona di bulan Ramadhan ini.
Menurut Sanusi, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan selama Ramadhan.
Adanya pandemi virus corona saat Ramadhan menyimpan secercah hikmah.
"Sekarang adalah momentum tepat bagi umat Islam untuk selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya. Secara sosial, ada hikmah yang bisa kita sadari agar semakin meningkatkan solidaritas" kata Sanusi.
Bagi Sanusi ada pandemi ini menuai hikmah tersendiri sebab, masyarakat semakin gotong royong dan membantu satu sama lain.
Terlebih di tengah virus corona saat ini, hanya solidaritas antar masyarakatlah yang sangat dibutuhkan dan jadi penyelamat.
Lalu, Sanusi juga menyoal "work from home" yang sudah beberapa waktu belakangan dijalani sebagian masyarakat.
"Pemerintah selalu menyerukan agar berkerja dari rumah. Istilahnya work from home. Hikmah bekerja di rumah itu work from home bisa dekat dengan keluarga" ujar Sanusi.
Hal ini menurut Sanusi patut disyukuri sebab, jika ada aktivitas padat biasanya jarang berkumpul.
Kemudian Sanusi memberi himbauan pada masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada pasien sembuh virus corona maupun sedang jalani perawatan.
"Beri dukungan. Karena virus ini sudah tak menular bila pasiennya sudah dinyatakan sembuh. Tetap di rumah, jaga kesehatan, kebersihan" lanjut Sanusi.
Terakhir Sanusi mendoakan masyarakat dan kebaikan bersama di tengah wabah virus corona ini.
"Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan menjadi wasilan doa kita semua, agar pandemi ini segera berakhir. Doa adalan kekuatan bersama.
Monggo dulur-dulurku warga Kabupaten Malang semua, bersama-sama kita berikhtiar dan berdoa semoga secepatnya mata rantai virus corona ini terputus.
Semoga musibah benar-benar berakhir. Saya berpesan kepada warga Kabupaten Malang tak lupa berdzikir kepada Allah. Alfatihah..." tutup Sanusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gubernur-khofifah-dan-ilustrasi-jalan-raya.jpg)