Berita Malang Hari Ini
Panen Jeruk Petani Dau Malang Langsung Terserap Pasar, Permintaan Tinggi Hingga Jakarta
Petani jeruk asal Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur, panen raya
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Petani jeruk asal Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur, panen raya. Para petani mengaku hasil panen jeruk baby langsung terserap pasar meski di tengah situasi pandemi virus corona yang tak kunjung reda.
Adalah Djarwo, satu di antara petani jeruk asal Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang merasakan kondisi menguntungkan tersebut.
"Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi nasional bahkan global, di tempat kami sendiri permintaan buah-buahan segar menjadi melonjak. Salah satunya jeruk baby yang banyak diincar masyarakat lantaran diyakini dapat memenuhi asupan vitamin dan menjaga daya tahan tubuh melawan virus," kata Djarwo, Kamis (7/5/2020).
Harga jual di tingkat petani pun terbilang bagus, bahkan dirinya pun juga mengaku belum sanggup memenuhi seluruh permintaan jeruk.
“Seperti kondisi dua minggu yang lalu, kami pernah panen lagi jeruk Baby dan begitu panen langsung diambil pedagang mitra," tambahnya.
Saat panen tersebut, dikatakan Djarwo, harganya juga terbilang bagus, antara Rp 8-11 ribu per kilonya di petani.
Bahkan juga, lanjutnya, pemasaran sampai saat ini terbilang mudah, sebab setiap harinya mobil-mobil pedagang wara wiri nyari jeruk di sini.
Ia juga menceritakan, bahwa selama ini Kawasan lereng Gunung Kawi khususnya di Kecamatan Dau memang terkenal sebagai sentra penghasil jeruk unggul.
Adapun jeruk yang banyak dikembangkan di wilayah tersebut rata-rata adalah varietas unggul yaitu Jeruk Keprok Batu-55, Jeruk Baby dan Jeruk Siem Madu.
“Untuk itu perkiraan panen dari Gapoktan saya saja bisa sampai 2 ribu ton setahun dan bahkan kami juga sudah bermitra juga dengan distributor untuk memasok kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, serta kami perkirakan panen raya jeruk disini terjadi sekitar bulan Juli-Agustus nanti walaupun pada dasarnya sepanjang tahun kami bisa panen,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Sri Gading itu.
Djarwo mengungkapkan setidaknya ada 5 Desa di Kecamatan Dau yang mengembangkan jeruk yaitu Selorejo, Petungsewu, Gading Kulon, Tegal Weru dan Kucur.
Sementara berdasarkan catatan data dari BPS yang diterima TribunJatim.com (grup suryamalang.com), tepat hari ini, Kamis (7/5/2020), produksi jeruk dari Kecamatan Dau pada tahun 2019 lalu sukses mencapai 74.355 ton atau yang tertinggi se Kabupaten Malang.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah