PSBB di Surabaya Raya

PSBB Surabaya Raya Jilid 2, Pelanggar Aturan di Gresik Akan Menginap di Mapolres atau di Kodim

Jadi, para pelanggar yang kedapatan melanggar jam malam penerapan PSBB kedua ini akan dibawa ke Polres atau Kodim kemudian didata, diperiksa.

SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Ketua Tim Perumus Perbub PSBB Gresik, Tursilowanto Hariogi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik berencana untuk memberikan efek jera pada pelanggar jam malam selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 2.

Caranya, dengan mengusulkan agar pelanggar menginap di Mapolres Gresik atau Kodim 0817.

Jadi, para pelanggar yang kedapatan melanggar jam malam penerapan PSBB kedua ini akan dibawa ke Polres atau Kodim kemudian didata, diperiksa.

Setelah itu mereka tidak langsung pulang. Melainkan tidur di Polres atau Kodim.

Ketua Tim Perumus Perbub PSBB Gresik, Tursilowanto Hariogi berharap langkah tegas yang dilakukan Pemkab Gresik bisa memberikan efek jera kepada pelanggar jam malam di Gresik.

Utamanya para remaja yang masih suka nongkrong di warung kopi. Sebab, selama ini hukuman yang diberikan belum membuat memberikan efek jera.

"Mereka akan menginap di Polres atau Kodim. Supaya ada efek jera," ucapnya saat ditemui di kantor Bupati Gresik, Senin (11/5/2020).

Pria yang juga Asisten Administrasi Umum Pemkab Gresik itu menuturkan, selama ini PSBB memiliki dampak besar dalam mencegah Covid 19 di Gresik. Menurut Tursilo hasil itu diketahui dari jumlah kasus positif baru selama PSBB berlangsung.

Sebelum PSBB jumlah positif Covid 19 mencapai 25 kasus. Sementara saat PSBB diterapkan hanya 14 kasus saja.

"Itupun berasal dari klaster luar. Seperti haji, pabrik rokok. Di Gresik tidak ada yang positif Ini membuktikan jika PSBB dapat menekan penyebaran virus,” pungkasnya.

Pada PSBB tahap II ini pemkab Gresik akan melakukan beberapa pencegahan covid 19 agar lebih efektif lagi. Diantaranya memberlakukan sistem buka lapak ganjil genap, menerapkan protokoler kesehatan serta mempertegas aturan sosial distancing.

Jika ditemui satu pasien positif belanja di pasar maka akan ditutup.

"Satu blok di pasar saja yang ditutup selama 14 hari untuk karantina mandiri," terangnya.

Terpisah, Dandim 0817, Letkol Inf Budi Handoko mendukung penuh terhadap usulan Pemkab Gresik. Dia justru sejak awal mendorong agar pemerintah bisa bersikap tegas kepada para pelanggar PSBB.

“Secara prinsip kami siap," tutupnya

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved