Breaking News:

Ramadhan 2020

Simak Tata Cara Shalat Lailatul Qadar & Shalat Tahajud pada 10 Hari Terakhir Ramadhan 1441 H

Simak Tata Cara Shalat Lailatul Qadar & Shalat Tahajud pada 10 Hari Terakhir Ramadhan 1441 H, Beserta Doa dan Pahala yang akan diterima

Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
suryamalang/ tribun
malam lailatul qadar 

SURYAMALANG.COM, Malang Saat ini kita sudah memasuki Hari ke 25 Ramadhan 1441 H atau masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan

Momentum ini menjadi waktu mustajabah karena ada malam yang sangat ditunggu oleh umat islam yakni Malam Lailatul Qadar .

Umat islam diharapkan saat 10 malam terakhir bisa melakukan banyak amalan sunnah mulai dzikir, membaca al Quran dan Sholat Lailatul Qadar

Shalat lailatul qadar adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan ramadhan terutama saat diyakini bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar.

Karena tidak ada kepastian kapan malam lailatul qadar akan datang maka umat muslim dapat melaksanakannya dari sejak permulaan malam ramadhan hingga sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan.

Apabila seseorang menemui tanda-tanda lailatul qadar maka hendaknya melaksanakan shalat lailatul qadar. Adapun tanda-tanda malam lailatul qadar diantaranya adalah

  • Matahari tidak bersinar dengan terik pada siang harinya dan udara terasa sejuk
  • Angin berhembus pelan dan membawa kesejukan pada umat manusia
  • Tidak ada hujan pada malam tersebut
  • Suasana malam sangat hening bahkan tidak ada anjing yang menggonggong atau binatang yang bersuara
  • Udara malam terasa sejuk tidak panas maupun dingin.

Hal tersebut sesuai dengan hadits rasulullah SAW riwayat Thayalisi berikut ini

 “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.”

Shalat lailatul qadar dilaksanakan empat rakaat dan dapat dilaksanakan setelah shalat isya atau shalat tarawih

,  namun shalat ini lebih afdhol jika dikerjakan disepertiga malam seperti halnya salat tahajud 

Berikut tata cara melaksanakan shalat lailatul qadar

1. Membaca niat

 Adapun niat shalat lailatul qadar adalah sebagai berikut

“Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba’arakaatin Lillahi Ta’aalaa”

2. Takbiratul ikhram

Sama seperti shalat lainnya, shalat lailatul qadar dimulai dengan melakukan gerakan takbiratul ikram dengan membaca kalimat takbir yaitu

“”Alloohhu Akbar”

3. Membaca surat Al fatihan dan surat pendek

Membaca Alfatihan pada rakaat 1 hingga rakaat keempat dan kemudian membaca surat At Takasur, Al Qadr, al ikhlas berturut-turut sebanyak tiga kali atau bisa juga membaca surat lain semampunya.

4. Tidak ada tahiyat Awal

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan shalat wajib yang memiliki jumlah rakaat yang sama yakni empat rakaat, pada shalat lailatul qadar jika telah sampai pada rakaat kedua maka tidak perlu duduk tahiyat melainkan langsung bangun dan melanjutkan rakaat ketiga.

5. Tahiyat akhir pada rakaat keempat

Saat sampai pada rakaat keempat maka duduklah dan bacalah doa tahiyat yang sama dengan doa tahiyat pada shalat wajib. Setelah selesai membaca doa tahiyat akhir maka yang selanjutnya adalah melakukan salam.

6. Berzikir dan membaca doa

Setelah selesai melaksanakan shalat lailatul qadar dan menyempurnakan rakaatnya maka berzikir (baca keutamaan berdzikir) dan berdoalah kepada Allah dengan memohon ampun dan ridho dari Allah SWT. (baca juga doa puasa ramadhan)

Berikut ini juga tata cara dan doa salat tahajud

1. Doa dan niat salat tahajud adalah sebagai berikut :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : Aku (niat). salat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta’ala

Salat Tahajud dikerjakan sedikitnya dua rakaat satu salam seperti halnya mengerjalan salat subuh (tanpa doa iftitah dan qunut).

salat Tahajud boleh dilakukan sebanyak-banyaknya tidak terbatas dengan aturan dua rakaat satu salam.

Setelah salam disunnahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa salat tahajud.

Doa Salat Tahajud

Rasulullah juga mengajarkan doa khusus untuk salat tahajud. Yakni doa salat tahajud yang dibaca sebagai doa iftitah:

Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad)

Keutamaan Shalat Lailatul Qadar dan Tahajud

Seperti halnya ibadah lainnya, shalat lailatul qadar juga sarat akan keutamaan dan fadhilah. Orang yang melaksanakan shalat lailatul qadar akan mendapatkan beberapa keistimewaan atau keutamaan, diantaranya adalah sebagai beriukut :

1. Mendapatkan berkah dari Allah SWT

Orang yang beribadah di malam lailatul qadar dan melaksanakan shalat lailatul qadar maka ia akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Sebagaimana firman allah SWt dalam surat Ad Dukhon berikut ini

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3)

2. Diampuni dosa-dosanya

Siapapun diantara umat islam yang melaksanakan shalat lailatul qadar di malam yang mulia tersebut dan ia memohon ampun kepada Allah SWT maka akan diampuni dosanya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari berikut

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

3. Dilimpahkan pahala

Shalat lailatul qadar yang dilaksanakan pada malam bulan ramadhan terutama di sepuluh malam terakhir akan medapatkan pahala dari Allah SWT apalagi jika benar malam dilakukannya shalat adalah malam lailatul qadar, maka ia akan dilimpahi pahala yang sangat melimpah dari Allah SWT.

Shalat lailatul khadar dapat dilaksanakan setiap malam bulan ramadhan dan shalat tersebut memiliki keutamaan-keutamaan yang seharusnya tidak dilewatkan oleh umat muslim.

Selain melaksanakan puasa ramadhan di bulan ramadhan, ada baiknya jika kita menambah ibadah seperti membaca Alqur’an (baca manfaat membaca Alqur’an)dan lainnya.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved