PSBB di Malang raya

Satpol PP Kota Batu Tindak Tegas Toko yang Buka Saat PSBB Malang Raya

Petugas mendatangi toko-toko yang masih buka dan mengimbau mereka segera menutup toko, kecuali bagi toko yang diperbolehkan buka sesuai dengan Perwali

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Faris Pasharella Sahputra, Kabid Gakda Satpol PP Pemkot Batu memperingatkan penjaga toko mainan agar tutup selama PSBB, Rabu (20/5/2020) 

SURYAMALANG.COM, BATU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batu menyisir jalanan Kota Batu di hari keempat PSBB Malang Raya, Rabu (20/5/2020). Operasi itu dilaksanakan bersama dengan satu regu dari TNI dan anggota Polri.

Petugas mendatangi toko-toko yang masih buka dan mengimbau mereka segera menutup toko, kecuali bagi toko yang diperbolehkan buka sesuai dengan Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020 tentang PSBB.

Faris Pasharella Sahputra, Kabid Gakda Satpol PP Pemkot Batu menjelaskan, pada operasi di Jl Supratman, sudah ada tiga toko yang ditindak dan mereka kemudian berinisiatif untuk menutup toko.

Petugas akan menyegel toko jika pemilik toko menolak untuk menutup toko selama PSBB.

Sesuai Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020 tentang PSBB, toko yang boleh buka adalah toko yang menjual bahan pangan serta kebutuhan ternak.

Diterangkan Faris, petugas terbai ke dalam tiga kelompok yang masing-masing kelompok menyisir sejumlah toko di jalanan Kota Batu.

Ada yang menyusur Jl Panglima Sudirman, Brantas, Semeru, Diponegoro, Dewi Sartika, Agus Salim, Hasanuddin, Suropati, Alun-alun dan Gajahmada.

“Hari keempat ini melakukan penyegelan ketika tidak mau kerjasama. Alhamdulillah di Suropati dan Hasanuddin sudah mulai penutupan mandiri. Tidak ada toko yang karena pemilik toko mau menutup sendiri,” terang Faris.

Dijelaskan Faris, operasi akan terus dilakukan hingga masa PSBB berakhir yakni pada 30 Mei 2020. Ia juga mengimbau agar pemilik toko bandel dan disiplin menerapkan penjarakan fisik atau physcal distancing.

“Besok juga akan tetap dilakukan penindakan sampai selesai PSBB. Kami akan tindak ketika ada yang melanggar Perwali PSBB,” terangnya.

Selain menindak toko, petugas juga menyasar pada kerumunan warga dan warung yang masih buka.

Termasuk lembaga pendidika yang masih buka juga mendapatkan peringatan. Kata Faris, lembaga pendidikan bisa melangsungkan proses belajar melalui online.

“Kalau lembaga pendidikan juga tetap akan kami datangi karena mereka sudah dapat informasi. Harus pembelajaran secara online,” tegasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved