PSBB di Malang Raya

Wakil Wali Kota Batu Ingatkan Physical Distancing yang Belum Dijalankan di Pasar Saat PSBB Malang

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah mengeluarkan Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020. Ia berharap masyarakat bisa betul-betul tertib sesuai Perwali

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kegiatan pasar pagi di Kota Batu selama berlangsungnya PSBB, Rabu (20/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Masyarakat harus betul-betul disiplin selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terutama di pasar.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso didampingi anggota DPRD Batu, pada Selasa pagi meninjau kegiatan pasar di pasar pagi.

Banyak orang yang berada di pasar. Jarak antar lapak sudah renggang, sekitar 2 meter, namun penjarakan fisik atau physical distancing belum diterapkan dengan baik.

Jarak antar orang tidak sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Dikatakan Punjul, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah mengeluarkan Perwali Kota Batu Nomor 48 Tahun 2020. Ia berharap masyarakat bisa betul-betul tertib sesuai Perwali tersebut.

Punjul menyampaikan bahwa hari keempat diberlakukannya PSBB Malang Raya dirinya sengaja meninjau kondisi pasar bersama perwakilan legislatif.

Selama peninjauan itu, Punjul juga menyerukan agar masyarakat tertib dan disiplin agar penyebaran virus bisa ditekan.

"Kami bersama Komisi B dan C memang bersepekat untuk meninjau PSBB di Pasar Pagi. Itu karena ada trend kalau pasar jadi kluster baru penularan Covid-19. Selain itu pedagang di sini juga banyak yang berasal dari luar daerah seperti Karangploso dan Pujon," ujar Punjul, Rabu (20/5/2020).

Setelah mengetahui langsung kondisi sebenarnya di pasar, Punjul meminta agar Diskumdag Batu terus mengedukasi pedagang dan pengunjung agar disiplin penjarakan fisik atau physical distancing.

"Nanti dibikin evaluasi. Tentu ada rekomendasi dari komisi B dan C. Kemudian disampakan ke Gugus Tugas Covid-19 agar pasar sesuai diharapkan dan menerapkan Perwali PSBB," terangnya.

Pemkot Batu juga akan menyiagakan Satpol PP berjaga di Pasar Pagi sehingga ada OPD penegak aturan yang langsung memberikan sanksi.

"Himbauan kami ke masyarakat Batu agar penjarakan fisik dapat dilakukan dengan baik. Ini upaya agar tidak terjadi penyebaran Covid-19," terangnya.

Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Kota Batu, Didik Machmud yang turut serta dalam meninjau pasar pagi mengapresiasi Diskumdag yang telah meminta pedagang pasar untuk penerapan penjarakan fisik.

Namun Didik juga memberikan masukan agar parkir di sekitar pasar mendapatkan perhatian.

"Artinya ini butuh koordinasi dengan Dishub. Serta kami minta Satpol PP untuk turun mengawasi langsung. Ini agar penerapan penjarakan fisik benar-benar maksimal bagi pedagang dan pengunjung," pungkasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved