Virus Corona di Jatim

Arus Penumpang Udara Jatim Meningkat Dari Puluhan ke Ribuan Orang, Faktor Lonjakan Kasus Covid-19

Jumlah penumpang pesawat udara yang datang dan berangkat dari bandara Juanda mencapai 1.400 hingga 1.500 an orang per hari

TribunJatim/Fikri Firmansyah
ILUSTRASI - Penumpang dari berbagai maskapai yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Juanda sedang diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun dan diperiksa kelengkapan dokumennya, Jumat (8/5/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Mobilitas orang dari dan ke luar Jatim melalui jalur udara atau menumpang pesawat terbang diduga ikut memberi andil pada lonjakan jumlah kasus positif covid-19 baru di Jatim.

Seperti diketahui, hari ini, Kamis (21/5/2020) penambahan kasus baru covid-19 di Jatim mencapai 502 kasus.

"Salah satu faktor naiknya kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim selain penambahan dari PDP yang cukup banyak yaitu 53,3 persen, ternyata mobilitas penumpang udara yang berangkat dan datang ke Jatim meningkat banyak," kata Joni Wahyuhadi, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur

Joni mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang datang dan berangkat melalui bandara di Jawa Timur meningkat pesat.

Per hari ini, Kamis (21/5/2020), jumlah penumpang pesawat udara yang datang dan berangkat dari bandara Juanda mencapai 1.400 hingga 1.500 an orang per hari.

Padahal saat awal penerbangan kembali dibuka layanannya untuk masyarakat jumlah penumpang pesawat udara yang datang dan berangkat dari Juanda Jatim hanya 27 hingga 30 orang per harinya.

Hal ini dikatakan Joni menjadi salah satu penyebab atau faktor tingginya penambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim.

"Data dari bandara Juanda menyebut sekarang ada 1.400 penumpang hingga 1.500 penumpang yang datang dan berangkat dari dan ke Jatim. Walaupun sudah dilakukan screening tapi ini juga menjadi faktor yang bisa menaikkan kasus corona virus di Jatim," tegas Joni.

Sebab virus ini tidak bisa menyebar sendiri melainkan dibawa oleh orang yang terinfeksi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Penambahan kasus yang melonjak hari ini yaitu mencapai 502 kasus baru dikatakan Joni harus menjadi warning bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan.

"Kalau kendaraan yang keluar masuk Surabaya terbilang stabil tidak adan yang naik atau turun secara drastis. Tapi yang dari jalur udara ini yang harus jadi perhatian," ucapnya.

Dari Pemprov Jawa Timur dikatakan Joni ada upaya yang dilakukan. Yaitu 3T yang merupakan treatment, tracing dan test. Tes yang masif menjadi salah satu yang menjadi langkah yang diupayakan Pemprov Jatim melalui laboratorium yang ada.

"Semakin banyak tes yang kita lakukan, maka semakin banyak juga orang yang diketahui terinfeksi covid-19," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved