Mengejar Keutamaan Lailatul Qadar di Malam 29 Ramadhan 1441 H : Tata Cara Shalat & Doa yang dibaca
Malam hari ini sudah memasuki malam ke 29 atau malam terakhir Lailatul Qadar di bulan Ramadhan 1441 H
Penulis: Farid Farid | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, Malang Malam hari ini sudah memasuki malam ke 29 atau malam terakhir Lailatul Qadar di bulan Ramadhan 1441 H.
Malam lailatul Qadar ini memiliki Keutamaan yang sangat besar, dimana malam itu sebagai saksi turunnya Al-Quran.
Al Quran ini menjadi kunci yang membimbing umat islam kelak di akhirat atau kehidupan setelah kematian.
Keutamaan malam ini juga dijelaskan oleh Ustad Heru Kusumahadi YDSF Surabaya bahwa malam lailatul Qadar menjadi malam yang lebih baik dari 1000 Bulan.
Allah Berfirman dalam Surah Al Qadar Ayat 1-5
"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar”
Berbagai macam Tanda-Tanda Lailatul Qadar dalam hadits rasulullah SAW riwayat Thayalisi berikut ini
“(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.”
Waktu malam ini menjadi momentum dan titik akhir bagi umat islam berlomba lomba dalam mencari atau meraih pahala.
Banyak yang bisa dilakukan oleh umat islam saat malam Lailatul Qadar, mulai membaca Al Quran hingga solat lailatul Qadar.
Orang yang melaksanakan shalat lailatul qadar akan mendapatkan beberapa keistimewaan atau keutamaan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mendapatkan berkah dari Allah SWT
Orang yang beribadah di malam lailatul qadar dan melaksanakan shalat lailatul qadar maka ia akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Sebagaimana firman allah SWt dalam surat Ad Dukhon berikut ini
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3)
2. Diampuni dosa-dosanya
Siapapun diantara umat islam yang melaksanakan shalat lailatul qadar di malam yang mulia tersebut dan ia memohon ampun kepada Allah SWT maka akan diampuni dosanya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari berikut
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
3. Dilimpahkan pahala
Shalat lailatul qadar yang dilaksanakan pada malam bulan ramadhan terutama di sepuluh malam terakhir akan medapatkan pahala dari Allah SWT apalagi jika benar malam dilakukannya shalat adalah malam lailatul qadar, maka ia akan dilimpahi pahala yang sangat melimpah dari Allah SWT.
Shalat lailatul khadar dapat dilaksanakan setiap malam bulan ramadhan dan shalat tersebut memiliki keutamaan-keutamaan yang seharusnya tidak dilewatkan oleh umat muslim.
Selain melaksanakan puasa ramadhan di bulan ramadhan, ada baiknya jika kita menambah ibadah seperti membaca Alqur’an (baca manfaat membaca Alqur’an)dan lainnya.
Berikut ini adalah bacaan doa dan dzikir yang bisa diamalkan di malam Lailatul Qadar
Doa di Malam Lailatul Qadar
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Aisyah berkata :
“Aku bertanya, “Ya Rasulullah. Apa pendapat engkau jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku Dzikir kan/baca?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Ucapkanlah/berdoalah :
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibul ‘afwa fa’fu ‘anni
Artinya:”Ya Allah sungguhnya Engkau Maha Pengampun. Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah daku.” (HR.Tirmidzi 3760 dan HR.Ibnu Majah 3850)
Dalam riwayat Imam Syafi'i doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadan adalah:
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'
Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Dzikir di malam Lailatul Qadar
LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH saratus kali.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ
Nabi Muhammad SAW. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits)
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR seratus kali.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bak dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Berikut tata cara melaksanakan shalat Lailatul Qadar
1. Membaca niat
Adapun niat shalat lailatul qadar adalah sebagai berikut
“Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba’arakaatin Lillahi Ta’aalaa”
2. Takbiratul ikhram
Sama seperti shalat lainnya, shalat lailatul qadar dimulai dengan melakukan gerakan takbiratul ikram dengan membaca kalimat takbir yaitu
“”Alloohhu Akbar”
3. Membaca surat Al fatihan dan surat pendek
Membaca Alfatihan pada rakaat 1 hingga rakaat keempat dan kemudian membaca surat At Takasur, Al Qadar, al ikhlas berturut-turut sebanyak tiga kali atau bisa juga membaca surat lain semampunya.
4. Tidak ada tahiyat Awal
Sedikit berbeda dengan pelaksanaan shalat wajib yang memiliki jumlah rakaat yang sama yakni empat rakaat, pada shalat lailatul qadar jika telah sampai pada rakaat kedua maka tidak perlu duduk tahiyat melainkan langsung bangun dan melanjutkan rakaat ketiga.
5. Tahiyat akhir pada rakaat keempat
Saat sampai pada rakaat keempat maka duduklah dan bacalah doa tahiyat yang sama dengan doa tahiyat pada shalat wajib. Setelah selesai membaca doa tahiyat akhir maka yang selanjutnya adalah melakukan salam.
6. Berzikir dan membaca doa
Setelah selesai melaksanakan shalat lailatul qadar dan menyempurnakan rakaatnya maka berzikir (baca keutamaan berdzikir) dan berdoalah kepada Allah dengan memohon ampun dan ridho dari Allah SWT. (baca juga doa puasa ramadhan)