Berita Surabaya Hari Ini
Bahaya! Surabaya Bisa Jadi 'Wuhan Kedua' Karena Tingkat Penularan Virus Corona yang Tinggi
Joni Wahyuhadi menyebutkan 65 persen kasus virus corona Jawa Timur berasal dari Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik)
Dikatakan Khofifah, malam ini pihaknya akan melakukan rapat dengan para kepala daerah di Malang Raya.
Mulai Bupati Malang, Wali Kota Malang dan Wali Kota Batu untuk melakukan musyawarah bersama dengan agenda evaluasi PSBB dan kelanjutannya.
“Nanti sore kami akan musyawarah bersama dengan Wali Kota Batu, Bupati Malang dan Wali Kota Malang."
"Ada kurva epidemologi yang sebetulnya Malang Raya setelah PSBB tahap satu, bisa melakukan persiapan untuk transisi tata kehidupan baru atau New Normal,” kata Khofifah.
Hal ini karena dikatakan Khofifah bahwa kurva epidemiologi perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Malang Raya ini terbilang melandai.
Sehingga dinilai siap untuk melakukan transisi tata kehidupan baru meski PSBB baru.
“Sesuai hitungan dari masa pelaksanaan PSBB akan berakhir 30 Mei 2020."
"Maka setelah ini kami akan rapat untuk optimalisasi PSBB atau kemungkinan transisi new normal,” tandas Khofifah.
Lebih lanjut ia mengapresiasi pelaksanaan PSBB di Malang Raya yang dinilai mampu menekan penyebaran covid-19.
Di mana angka pertambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 bisa ditekan di kawasan Malang Raya.
Pasalnya di Malang Raya ini memiliki 300 kampung tangguh yang sudah didirikan secara mandiri oleh warga guna menghadapi pandemi Covid-19.
Salah satunya yang dikunjungi Khofifah bersama Forkopimda Jatim hari ini.
Di kampung tanggung Desa Pendem ini mereka memiliki lumbung pangan, gerakan sukarelawan untuk penyediaan sayuran, penyediaan ruang isolasi dan juga penyediaan layanan pemulasaraan jenazah.
Warga kampung juga memiliki SOP pembatasan mobilitas warga yang keluar dan masuk desa sejak bulan Maret yang lalu.
Sehingga menurut Khofifah layak untuk dijadikan role model di kampung lain di Jawa Timur. (Fatimatuz Zahro)