Selasa, 19 Mei 2026

Berita Magetan Hari Ini

Fakta Sebenarnya Pemudik Diusir Pakai Meriam Bambu saat Memasuki Wilayah Desa di Magetan Jawa Timur

Fakta Sebenarnya Pemudik Diusir Pakai Meriam Bambu saat Memasuki Wilayah Desa di Magetan Jawa Timur

Tayang:
Editor: eko darmoko
IST
fakta sebenarnya tentang sekelompok pemuda mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu. 

SURYAMALANG.COM - Inilah fakta sebenarnya tentang sekelompok pemuda mengusir pemudik yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Dalam video itu, sekelompok pemuda mengusir pemudik yang datang karena desa tersebut ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Para pendatang yang ngeyel ingin memasuki desa untuk mengunjungi kerabat atau koleganya "diusir" menggunakan dentuman meriam bambu.

Video viral tersebut terjadi di Desa Ringin Agung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Ketua RT 4 Desa Ringin Agung Suparno mengatakan, video tersebut hanya bagian dari sosialisasi bahwa desa tersebut ditutup selama Lebaran.

"Tidak sampai begitu, itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selama Lebaran ditutup sementara," kata Suparno saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/5/2020).

Suparno menceritakan, bermain meriam bambu telah menjadi tradisi warga Desa Ringin Agung.

Masyarakat menyalakan meriam bambu saat memasuki bulan Ramadan sampai tujuh hari setelah Lebaran.

Setiap sore, puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu menjelang berbuka puasa.

"Sudah tradisi setiap bulan puasa, menjelang buka remaja di sini menyalakan meriam bambu," kata Suparno.

Perang meriam bambu biasanya diadakan di lingkungan Dukuh Ndasun.

Sebab, wilayah itu berada di pinggir sawah desa sehingga kegiatan perang meriam bambu tak mengganggu aktivitas warga lain.

Menurut dia, tradisi perang meriam bambu telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

“Dulu kan belum ada petasan. Jadi membunyikan meriam bambu selain sebagai hiburan juga sebagai tanda berbuka puasa,” imbuhnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved