Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Arema Hari Ini

Berita Arema Hari Ini 7 Juni 2020 Populer: Klub Singo Edan dan Persik Kediri Kompak Relaksasi Pajak

Berikut ini rangkuman berita Arema hari ini 7 Juni 2020, yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Tayang:
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Arema FC
Ilustrasi: Tim Arema saat berangkat untuk menjalani laga tandang dalam artikel berita Arema 7 Juni 2020 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Arema hari ini 7 Juni 2020, yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

berita Arema hari ini membahas tentang  Arema FC dan Persik Kediri kompak relaksasi pajak jika Liga 1 2020 kembali bergulir pada September 2020.

Selain itu berita Arema ada pula tentang Dua pemain Arema FC dikabarkan menunjukkan hasil reaktif dalam rapid test yang dijalani.

Terdapat juga berita Arema hari ini populer membahas pola latihan Arema FC selama new normal.

Selengkapnya, langsung saja simak berita Arema hari ini populer yang telah terangkum:

1. Arema FC dan Persik Kediri kompak soal relaksasi pajak jika Liga 1 2020 kembali bergulir pada September 2020.

General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo menyampaikan pandemi virus corona berdampak pada kondisi perekonomian klub.

Ruddy Widodo menyebut perlunya ada recovery pasca pandemi virus corona berupa relaksasi pajak.

"Kami pikir ide Persik itu sangat bagus. Mereka minta PSSI membantu pengajuan relaksasi pajak," kata Ruddy Widodo.

Relaksasi pajak dapat mencakup beberapa aspek yang bersinggungan dengan aktivitas klub, seperti beban pajak penghasilan pemain sampai pajak hiburan yang ditanggung klub.

Hal ini karena pemasukan klub paling besar dari sektor ticketing penonton.

"Kalau pemain lokal, pajak ditanggung masing-masing. Berbeda dengan pemain asing yang ditanggung klub, karena pajak di negaranya sudah tinggi," ucap pria asal Madiun tersebut.

"Relaksasi pajak juga sejalan dengan program presiden yang menargetkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)."

"Melalui sepak bola pun, hal itu bisa terjadi dan perlu kebijakan yang juga tidak memberatkan," imbuhnya.

Ruddy beryukur bila Arema FC mendapat keringanan perihal masalah relaksasi pajak tersebut.

"Syukur-syukur bisa dikurangi sekian persen atau bahkan nol persen untuk berapa bulan."

"Teknisnya bagaimana, nanti bisa disampaikan federasi ke Kementerian Keuangan yang lebih tahu," terangnya.

2. Dua pemain Arema FC dikabarkan menunjukkan hasil reaktif dalam rapid test yang dijalani.

Hasil rapid test dua pemain Arema FC menunjukkan reaktif.

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, dua pemain dan seorang pelatih Arema FC menjalani yang tes cepat secara pribadi untuk melengkapi dokumen bepergian ke daerah lain.

Dari hasil tes itu, dua pemain dinyatakan reaktif dan pelatih nonreaktif.

Dua pemain itu akan menjalani tes swab untuk memastikan kemungkinan terjangkit virus corona atau tidak.

"Rapid test itu untuk mengukur tingkat imun seseorang. Sekarang rapid test sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapat info terkait daya imun atau kesehatan setiap orang."

"Rapid test untuk mengetahui potensi seseorang terhadap penyakit," kata Sudarmaji, Media Officer Arema FC kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (5/6/2020).

Terkait hal ini, Charis Yulianto Asisten Pelatih Arema FC berharap agar hasil tes swab yang akan dilakukan keduanya negatif.

"Mudah-mudahan penyakit biasa dan tidak mengarah ke Covid-19," ujar Charis pada Surya, Jumat (5/6/2020).

Sebelumnya terkait ini, manajemen Arema FC telah buka suara.

"Rapid test itu kan untuk mengukur tingkat imun seseorang. Sekarang rapid test sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan info terkait daya imun atau kesehatan setiap orang.Rapid test untuk mengetahui potensi seseorang terhadap penyakit," kata Sudarmaji Media Officer Arema FC.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pemain dan seorang pelatih Arema sebelumnya telah melakukan rapit test secara pribadi untuk melengkapi dokumen bepergian ke daerah lain.

Dari hasil tes itu dua pemain dinyatakan reaktif dan pelatih nonreaktif.

3. Pola latihan Arema FC selama new normal.

Arema FC bakal mengadopsi pola latihan yang digunakan pelatih Guangzhou Evergrande, Fabio Canavaro sebagai protokol kesehatan dalam latihan.

Pola ini agar tim dapat latihan maksimal tanpa khawatir melanggar batas-batas pencegahan Covid-19.

"Kami sudah diskusi dengan pelatih Mario Gomez, lalu muncul ide itu," kata Ruddy Widodo, General Manajer Arema FC.

Cara kerjanya adalah membagi tim menjadi dua kelompok.

Lalu kelompok ini akan mendapat waktu latihan berbeda.

Jadi latihan tim akan berlangsung dalam dua sesi dan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Pembatasan jumlah tersebut diharap mampu menambah ruang gerak pemain dan pelatih untuk menerapkan physical distancing di lapangan.

"Itu latihannya persepuluh orang atau separuh-separuh. Mungkin latihan strategi didahulukan, kemudian yang lain menyusul belakangan," ucapnya.

Ide tersebut merupakan satu dari tiga pandangan Ruddy Widodo terhadap new normal dalam konteks sepak bola.

Tim juga harus memperhatikan hal paling dasar, seperti tempat tinggal pemain.

"Insya Allah mess Arema FC aman, karena mereka bukan tinggal seperti di barak yang dihuni banyak orang."

"Rata-rata satu kamar diisi dua orang. Pemain yang di mess pun hanya pemain dari luar kota dan bujang," tuturnya.

"Sedangkan pemain lain ada yang di rumah masing-masing, juga ada yang kontrak," tuturnya.

(Dya Ayu/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG.COM)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved