Breaking News:

Virus Corona di Blitar

Akan Beroperasi Lagi, Pengunjung dan Jam Operasional Tempat Wisata di Kota Blitar Bakal Dibatasi

Disparbud Kota Blitar memperkirakan sejumlah tempat wisata akan kembali beroperasi paling cepat pekan ketiga Juni 2020 ini

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Kawasan wisata Makam Bung Karno masih ditutup sampai sekarang. Rencananya, tempat wisata di Kota Blitar beroperasi lagi mulai pekan ketiga Juni 2020 dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Disparbud Kota Blitar memperkirakan sejumlah tempat wisata akan kembali beroperasi paling cepat pekan ketiga Juni 2020 ini. Sekarang, pengelola sedang menyiapkan sarana prasarana penerapan protokol kesehatan saat diberlakukan new normal atau normal baru di tempat wisata di masa pandemi corona.

Kepala Disparbud Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, Rabu (10/6/2020), mengatakan saat ini, Disparbud masih menunggu kesiapan sarana prasarana penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran corona di tempat wisata.

"Kalau sudah siap sarana prasarananya, segera kami usulkan ke Gugus Tugas untuk pengoperasian kembali tempat wisata," ujarnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, menambahkan Pemkot Blitar masih mematangkan Perwali terkait pemberlakuan normal baru di masa pandemi Covid-19.

Untuk menghadapi normal baru, semua sektor harus menyiapkan sarana prasarana protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

"Terkait protokol saat normal baru, semua diatur di Perwali, baik di sektor pendidikan, tempat umum, tempat usaha, tempat wisata, dan sektor lain. Kesiapan protokol ini yang menentukan apakah bisa beroperasi atau belum, termasuk di sektor tempat wisata," kata Hakim.

Hakim mengatakan untuk tempat wisata akan ada pembatasan pengunjung jika beroperasi lagi saat pemberlakuan normal baru. Jumlah pengunjung tempat wisata dibatasi hanya 40 persen.

Misalnya, kalau ada 100 pengunjung hanya diperbolehkan 40 orang yang masuk.

"Termasuk jam operasional tempat wisata juga kami batasi. Sekarang masih dalam pembahasan di Perwali," ujarnya.

Dikatakannya, Perwali juga mengatur sanksi bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sanksinya berupa teguran baik lisan dan tertulis, penutupan sementara tempat usaha, dan sanksi sosial.

"Sanksi sosial ini contohnya kalau ada masyarakat tidak pakai masker, sudah diperingatkan tetap tidak pakai masker, akan kami beri sanksi sosial. Sanksi soal ini bisa berupa disuruh membersihkan jalan atau fasilitas umum," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemkot Blitar menutup sementara tempat wisata saat pandemi Covid-19.

Sejumlah tempat wisata yang ditutup, antara lain, Makam Bung Karno, Istana Gebang, Agrowisata Blimbing Karangsari, dan Water Park Sumber Udel.

Penutupan sementara tempat wisata itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved