Virus Corona di Jatim
Zona Merah Corona di Jatim Diklaim Sisa 11 Daerah, Khofifah: Jatim Bisa Segera Terapkan New Normal
Pemprov Jatim mengklaim zona merah atau daerah yang berisiko tinggi penularan corona di Jatim terus menurun
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Pemprov Jatim mengklaim zona merah atau daerah yang berisiko tinggi penularan corona di Jatim terus menurun, meski jumlah kasus covid-19 masih bertambah.
Per hari ini, Raby (10/6/2020), zona merah Jawa Timur tinggal tersisa 11 daerah saja, padahal sebelumnya 38 kabupaten kota Jatim sudah merah seluruhnya. Daerah yang masih berisiko tinggi itu adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pamekasan, Jombang, Malang, Sidoarjo, Situbondo, Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan, Tuban, Lamongan, Kota mojokerto, Kota batu, Kediri, dan Mojokerto.
Sedangkan yang masuk zona kuning ada lima kabupaten kota, yaitu Trenggalek, Kota Pasuruan, Ponorogo, Lumajang, dan Kota Blitar. Kelima daerah ini masuk dalam kawasan berisiko rendah penularan corona.
Sementara itu, 22 Kabupaten/Kota lainnya berstatus zona orange atau resiko sedang, yaitu Kabupaten Sampang, Kota Probolinggo, Bondowoso, Madiun, Blitar, Jember, Probolinggo, Nganjuk, Bangkalan, Sumenep, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Ngawi, Kota Kediri, Kota Malang, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun.
"Zonasi ini sesuai dengan indikator dari Gugus Tugas Pusat berdasarkan risiko tinggi, sedang dan rendah, serta area tidak terdampak," ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/6/2020).
Khofifah menerangkan, sesuai dengan 10 indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, Risiko Kenaikan Kasus Covid-19 terbagi menjadi empat.
Zona merah (Resiko Tinggi), zona orange (Resiko Sedang), zona kuning (Resiko Rendah) dan zona hijau (Tidak Terdampak).
Jatim sendiri, lanjut Khofifah, selama dua pekan terakhir mengalami penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19.
Ada kenaikan di beberapa daerah sebaliknya juga ada penurunan bahkan tidak ada penambahan kasus tujuh hari berturut- turut sehingga statusnya menjadi kuning atau resiko rendah.
Begitu juga dengan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan angka kematian yang terkontrol.
Sementara angka kesembuhan secara prosentatif terus mengalami peningkatan.
"Kapasitas rumah sakit rujukan di beberapa daerah di Jatim pun relatif mencukupi bahkan di beberapa daerah seperti Magetan, Madiun dan Ngawi jumlah bed yang tersedia masih lebih," kata Khofifah.
Akan tetapi ia mengakui bahwa ada beberapa daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo jumlah bedanya masih belum mencukupi.
Dalam waktu sepekan ke depan jika kedisiplinan meningkat kurva di Jatim bisa semakin melandai bahkan menurun.
"Sehingga harapan kita bersama seluruh kabupaten/kota di Jatim bisa segera masuk dalam tatanan hidup normal baru (new normal)," ujarnya.