Breaking News:

Pengantin Baru Menangis Lihat Video Pernikahan, Bayar Videografer 7 Juta, Hasilnya Bikin Sakit Hati

Pengantin baru menangis lihat video pernikahan, bayar videografer 7 juta, hasilnya bikin sakit hati, kecewa berat!

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase facebook Nur Amirah Sharbuddin
pengantin baru tertipu videografer 

Nur berusaha memaklumi, padahal saat itu sudah berselang 4 bulan dari hari pernikahannya.

- Bulan Mei 2020

Hingga bulan Mei, Nur tak kunjung mendapat kabar atas kelanjutan pengiriman video yang disebut sudah jadi tersebut. 

- Bulan Juni 2020

Nur yang sudah geram memberi peringatan terakhir.

Nur membuat batas waktu hingga tanggal 7 Juni 2020, bila video tak juga diberikan padanya, Nur mengancam akan membuat postingan di media sosial.

Namun hingga tanggal 7 Juni, video pernikahan Nur ternyata belum jadi.

Akhirnya Nur membuat unggahan di media sosial dan mengkomplain AR Studio secara terbuka.

Unggahan Nur direspon oleh videografer pernikahannya.

Nur mengatakan video pernikahan Nur akan diupload di Youtube.

Namun saat Nur melihat videonya, seketika itu Nur justru menangis.

Video itu jauh dari kata memuaskan, bahkan tak sesuai dengan bayaran mahal yang telah diberikan.

Scene demi scene yang diambil tampak goyang, tone warna video juga suram.

Alih-alih seperti pernikahan yang bahagia, video hari spesial Nur justru tampak seperti syuting film horor.

Editing video juga kasar, seakan videonya tergesa-gesa diselesaikan.

Karena kecewa berat dengan hasil yang ia dapatkan, Nur akhirnya membuat laporan ke polisi.

Nur merasa ditipu dan ingin kejadian ini diproses oleh hukum.

Penasaran seburuk apa video pernikahan Nur?

Berikut unggahan lengkap Nur di Facebook: 

Melihat unggahan Nur tersebut netizen ramai berkomentar. 

Banyak yang membela Nur dan menyebut jika hasil video memang tidak bagus.

'Allah. Video dia tak fokus. Bergegar. Transisi video tak smooth. Tak baiklah aniaya orang macam ni. Lama pulak tu tunggu. Takkan nak nikah olok olok lagi sekali sebab semata nak ambik video je?'

'Sedih kan mira .. benda tu la kita nak bt kenangan bila dah tua nanti tp itu yg dia bt main2 .. mmg melampau sgt .akak harap dia reply dan selesaikan benda ni cepat.'

'11 years of experience? Video guru bersara yg dibuat oleh guru biasa bkn videographer pun jauhhhh lebih elok kot. Bertabahlah mira. Tak berkat bisnes dia tu. Sat lagi lingkup.'  

Sebelumnya kasus penipuan serupa juga marak terjadi di Indonesia. 

Umumnya, kasus penipuan itu berkedok Wedding Organizer (WO). 

Calon pengantin diminta membayar uang muka dan melunasinya menjelang hari pernikahan, namun saat acara WO tidak memberi jasa sesuai perjanjian. 

Lantas bagaimana memilih WO yang aman dan terpercaya?

Wedding consultan asal Yogyakarta, Yunnarsih 'Patron' mengungkapkan empat hal yang harus diperhatikan dalam memilih WO.

"Jadi ada beberapa poin agar klien tidak tertipu," ungkap perempuan yang biasa dipanggil Yunna kepada Tribunnews melalui sambungan telepon, Kamis (6/2) artikel 'Tips Memilih Wedding Organizer'

1. Pilih WO yang Legal

Yunna menyebut sebelum menyelenggarakan pernikahan, harus dapat memilih WO yang benar-benar riil keberadaannya.

"Pilihlah WO yang sudah ada legal, ada data-data perusahaan, berdiri sejak kapan, dan lain sebagainya," ungkap Yunna.

Menurut Yunna, calon pengantin harus mengetahui sepak terjang dari WO yang akan dipilih untuk menyelenggarakan pernikahan.

"Pilih brand WO yang ada di grade atas dengan trackrecord baik," ungkapnya.

Menurut Yunna, tiap kota atau wilayah biasanya ada brand WO yang telah terkenal.

"Harus dicek track recordnya, even-even yang pernah dibuat oleh brand tersebut," ujar Yunna.

2. Pilih WO yang Terdaftar dalam Perhimpunan

Langkah kedua menurut Yunna adalah dengan memilih WO yang terdaftar dalam sebuah perhimpunan.

"Pilih WO yang sudah masuk organisasi resmi atau perhimpunan, seperti Hastana Indonesia," ujarnya.

Untuk diketahui, Hastana merupakan Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia yang berpusat di Jakarta.

"Hastana mencakup WO-WO di Indonesia," ujarnya. 

Menurut Yunna, WO yang sudah terdaftar di Hastana, sudah pasti aman dan terpercaya.

"Karena untuk menjadi anggota Hastana, harus melewati penjaringan. Ada SOP yang harus dilewati termasuk legalnya WO tersebut," ungkapnya.

Selain Hastana, Yunna menyebut ada berbagai macam himpunan WO yang berada di sebuah kota atau wilayah.

3. Jangan Tergiur Paket Tak Masuk Akal

Yunna menyebut pasangan pengantin jangan mudah tergiur oleh promo.

"Jangan tergiur promo murah yang tak masuk akal, pasti itu ngapusi (bohong)," ungkapnya.

Calon pengantin harus mampu untuk merinci estimasi biaya yang dibutuhkan di setiap aspeknya.

"Misal untuk 500 orang harga Rp 50 juta masih dapet honey moon dan sebagainya di-breakdown aja masuk akal apa tidak," ungkapnya.

Jika didapati estimasi biaya yang tidak masuk akal, Yunna menyarankan untuk jangan mudah memercayai.

"Kalau kita tergiur murah, pasti dari spek ada yang dikurangi, atau dikasih yang jelek sehingga di luar ekspektasi," ujarnya.

4. Jangan Pilih WO yang Hanya Virtual

Tips keempat untuk memilih WO menurut Yunna adalah harus memilih WO yang benar-benar ada secara riil.

"Datang ke WO itu penting," ungkap Yunna.

Calon pengantin harus mengusahakan untuk melihat secara langsung wujud fisik dari WO tersebut.

"Pilih WO yang terpercaya, yang ada kantor, karyawan yang nyata, bukan virtual office," ujar Yunna.

5. Persiapan Matang

Selain empat tips tersebut, Yunna juga menyebut persiapan pernikahan harus dilakukan secara matang.

Biasanya, acara pernikahan sudah dipersiapkan setahun sebelumnya.

"Rata-rata persiapan pernikahan dilakukan setahun sebelumnya, terutama untuk bookinggedung terlebih dahulu," ungkap Yunna.

Setelah memilih dan memesan gedung, calon pengantin yang menggunakan WO untuk pernikahan idealnya mendatangi WO pada enam sampai delapan bulan sebelum pelaksanaan pernikahan.

"Untuk administrasi KUA biasanya H-3 bulan masih cukup," ungkap Yunna.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved