Virus Corona di Trenggalek
Pedagang Pasar Panggul Trenggalek Lakukan Rapid Test Corona, Ini Hasilnya
Pedagang di Pasar Panggul Trenggalek menjalani tes cepat atau rapid test corona.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | TRENGGALEK – Pedagang di Pasar Panggul Trenggalek menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19, Rabu (17/6/2020). Dari 37 pedagang yang menjalani tes cepat, seluruhnya menunjukkan hasil nonreaktif.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni menjelaskan, pelaksanaan rapid test Covid-19 ini untuk mendeteksi dini adanya potensi penyebaran corona di pusat keramaian.
“Kami screening saja. Mencari apakah sudah ada yang tertular atau belum di tempat-tempat kerumunan,” ujar Saeroni.
Maka dari itu, pedagang yang menjalani tes cepat juga hanya beberapa saja.
Dinas terkait membelakukan screening dengan system random sampling.
“Berbeda misalnya apabila di sebuah pasar ada yang sudah terkonfirmasi positif. Itu akan kami rapid test secara total. Tapi sekarang kondisinya belum ada,” ucap Saeroni.
Ia bilang, ketersediaan alat uji cepat milik Pemkab Trenggalek juga sudah menipis.
Dari sekitar 4.000 alat yang dimiliki sebelumnya, tersisa 350-an biji.
“Sudah mulai menipis. Sudah lebih dari 3 ribyu yang kami gunakan. Nanti jika habis, kami akan pengadaan lagi,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Agoes Setiyono mengatakan, tak adanya pedagang yang reaktif menunjukkan pasar masih aman untuk dikunjungi.
Meski demikian, pedagang dan pembeli di pasar tetap harus menjalankan transaksi jual-beli dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada, yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan sebisa mungkin menjaga jarak.
Hingga saat ini, sudah ada beberapa pasar yang sebagian pedagangnya menjalani rapid test Covid-19, di antaranya selain Pasar Panggul, yakni Pasar Basah, Pasar Subuh, Pasar Kamulan, Pasar Munjungan, dan Pasar Dongko.
“Untuk sasaran selanjutnya, kami masih koordinasikan dengan dinkes. Karena juga terkait ketersediaan alat rapid test,” pungkas Agoes.