Virus Corona di Malang
Kompol Sutiono, Tengah Malam Merawat Jenazah Terkait Covid-19, Pagi Bertugas Sebagai Perwira Polisi
Ia menjelaskan bahwa dalam kurun 1,5 bulan terakhir, dirinya pernah melakukan pemakaman jenasah hingga sebanyak 17 kali.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Mayoritas warga Kota Malang mungkin tidak tahu jika selama ini ada seorang perwira polisi yang tak segan-segan turun tangan langsung dalam membantu merawat jenazah warga terkait Covid-19.
Ya, tidak hanya tenaga kesehatan saja yang menjadi garda terdepan penanganan, namun juga pihak kepolisian.
Adalah Kasat Intelkam Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono.
Perwira polisi ini rela menjalankan aktivitas pemulasaran jenazah covid-19 di kota Malang hingga memakamkannya di luar jam dinasnya dalam beberapa waktu saat pandemi
Dengan memakai baju APD lengkap serta terapkan protokol kesehatan, dirinya membantu melakukan pemakaman warga yang meninggal dunia baik berstatus ODP, PDP, dan Positif Covid 19.
"Bagi saya, orang meninggal dunia perlu penghargaan yang tinggi. Jasa semasa hidupnya harus diingat dan diberi penghormatan. Sehingga harus dikebumikan dengan cara yang layak," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Kamis (18/6/2020).
Ia menjelaskan bahwa dalam kurun 1,5 bulan terakhir, dirinya pernah melakukan pemakaman jenasah hingga sebanyak 17 kali.
"Hampir setiap tengah malam, saya bantu memulasarakan jenasah dan membantu pemakaman. Satu jenasah itu memerlukan waktu empat jam, mulai persiapan pemakaman hingga penyiapan protokol kesehatan. Biasanya selesai pemakaman itu jelang subuh, terus istirahat sebentar dan paginya beraktivitas kembali menjadi anggota kepolisian seperti biasa," jelasnya.
Bahkan pria yang juga ayah dari empat anak tersebut pernah memakamkan sebanyak tiga jenasah dalam waktu satu hari.
"Jadi kami lakukan dengan cepat, namun tetap mematuhi SOP protokol kesehatan secara ketat. Satu selesai dimakamkan, terus pindah lagi memakamkan jenasah yang lain," tambahnya.
Dirinya juga pernah memiliki hal yang berkesan dan tidak bisa ia lupakan selama membantu pemakaman jenasah.
"Jadi saya itu membantu pemakaman jenasah seorang warga di kawasan Jalan Soekarno Hatta. Ketika jenasah datang dalam keadan terbungkus plastik, dari kejauhan pihak keluarga berteriak menangis dan nyaris pingsan. Dan warga yang meninggal tersebut memiliki empat anak, langsung saya seketika ingat anak saya yang tinggal di rumah Probolinggo," bebernya.
Pria yang dulu menjabat sebagai Kanit V Subdit II Ditintelkam Polda Jatim itu juga mengungkapkan dalam bekerja, dirinya selalu dibantu oleh tim PSC 119 Dinkes Kota Malang.
"Setelah selesai, APD kemudian dilepas. Langsung saya mandi terus makan makanan yang bergizi dan minum vitamin. Agar kondisi badan tetap selalu prima," ungkapnya.
Sutiono juga menambahkan, sebenarnya pihak keluarga khawatir dengan apa yang dilakukannya tersebut.
"Khususnya istri, pada awalnya selalu khawatir. Tetapi saya buktikan bahwa hal ini adalah tugas saya dan, dan saya juga selalu menjaga kesehatan diri. Akhirnya pihak keluarga menerima dan sudah tidak khawatir lagi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kasat-intelkam-polresta-malang-kota-kompol-sutiono.jpg)