Virus Corona di Sumenep

Satu Puskesmas di Sumenep Ditutup Karena Hasil Rapid Test 7 Tenaga Kesehatan Reaktif Covid-19

Penutupan itu terhitung sejak 19 Juni - 2 Juli 2020 nanti dan pelayanan sementara dialihkan ke Puskesmas terdekat.

Editor: Dyan Rekohadi
Tribunmadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Puskesmas Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep ini ditutup sementara setelah 7 petugas medis dinyatakan reaktif hasil rapid test, Kamis (19/6/2020). 

"Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, batuk dan demam selama 10 hari," kata Ferdiansyah Tetrajaya.

Pihak rumah sakit untuk mengetahui kepastian penyakit pasien melakukan tindakan foto thorax yang hasilnya menunjukkan gejala mengarah pada Covid-19 atau pneumonial.

Selanjutnya, pada hari itu juga dilakukan test rapid dengan hasil reaktif.

"Pasien setelah ditest rapid pada tanggal 16 Juni 2020 dan juga dilakukan swab test. Saat ini masih menunggu hasilnya, karena belum keluar," ucapnya.

Pihaknya menambahkan, pemulasan dan penguburan jenazah dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19 oleh rumah sakit bekerja sama dengan lintas sektor yang dilaksanakan pada 18 Juni 2020.

Tercatat, jumlah jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 orang di Sumenep.

Dari 18 orang tersebut, delapan orang sembuh, sebanyak sembilan orang menjalani isolasi perawatan di rumah sakit dan satu pasien meninggal dunia.

"Sebanyak sembilan pasien yang diisolasi perawatan di rumah sakit, yakni sebanyak tujuh orang dirawat di rumah sakit Sumenep dan dua orang dirawat di rumah sakit Surabaya," terangnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved