Kamis, 16 April 2026

berita Tulungagung Hari Ini

Jembatan Penghubung 2 Desa di Tulungagung Ambles, Ini yang Dilakukan Warga

Jembatan penghubung Desa Pucangan dan Desa Karanganom, Kecamatan Kauman Tulungagung nyaris ambruk

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Warga menata bambu untuk jembatan darurat, di atas jembatan Pucangan-Karanganom Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Jembatan penghubung Desa Pucangan dan Desa Karanganom, Kecamatan Kauman nyaris ambruk. Pada bagian barat jembatan beton ini terlihat bagian yang ambles dan ada lubang menganga.

Sementara di bagian pondasi sisi barat juga terlihat retakan memanjang dari dasar sungai, hingga ke arah badan jembatan. Warga memasang papan peringatan larangan melintas di ke dua sisi jembatan.

Warga Desa Pucanangan yang ada di bagian barat juga berusaha membangun jembatan bambu di atas jembatan yang ambles.

"Mobil dilarang total untuk melintas. Kami buat jembatan bambu di atasnya, supaya sepeda motor dan pejalan kaki bisa melintas," ujar Ketua RT1 RW1 Dusun Krajan, Desa Pucangan, Subirman, Kamis (25/6/2020).

Subirman mengungkapkan, jembatan ini merupakan akses utama antar desa, dan biasa dilalui truk engkel.

Sebelumnya sudah ada retakan pada pondasi jembatan sisi barat, karena terkikis aliran sungai.

Namun pada dua minggu lalu, selepas hujan lebat, jembatan ini ambles.

"Setelah dilalui truk, tiba-tiba muncul lubang di aspal jembatan. Akhirnya kami tutup total untuk keselamatan warga," ucap Subirman.

Jembatan ini biasanya dipakai melintas anak-anak sekolah ke SMPN 2 Kauman.

Jika tanpa jembatan ini, para siswa harus memutar sejauh 5 kilometer.

Karena itu warga memanfaatkan pondasi tengah jembatan yang masih kokoh, untuk menjadi tumpuan jembatan bambu.

"Kasihan anak-anak kalau nanti mulai sekolah. Warga yang akan belanja juga terlalu jauh kalau harus memutar," sambung Subirman.

Pembangunan jembatan bambu ini dilakukan swadaya masyarakat.

Masih menurut Subirman, sebenarnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah memantau jembatan ini.

Namun ia yakin, proses pembangunan masih lama.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved