Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Ada 29 Orang ASN Pemprov Jatim Terkonfirmasi Positif Covid-19, Baru 9000 ASN Jalani Tes Massal

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menyatakan, peningkatan angka kasus infeksi covid-19 karena adanya peningkatan jumlah testing yang memang masif

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono umumkan adanya 29 ASN Pemprov Jatim yang terkonfirmasi positif Covid-19 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - ASN Pemprov Jatim yang terpapar covid-19 meningkat. Per hari ini Jumat (26/6/2020), ASN yang terpapar covid-19 di lingkungan Pemprov Jatim ada sebanyak 29 orang.

Angka ini meningkat dibandingkan update tiga hari yang lalu yang hanya 19 orang saja.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menyatakan, peningkatan angka kasus infeksi covid-19 karena adanya peningkatan jumlah testing yang memang masif dilakukan.

“Sampai hari ini, yang dinyatakan positif covid-19 ada sebanyak 29 orang. Total ada sekitar 9.000 ASN yang sudah kita lakukan tes mulai rapid test, hingga swab PCR test,” kata Heru saat diwawancara di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Dengan jumlah ASN Pemprov lengkap dengan PTT, GTT seluruhnya sekitar 77.000, rasio jumlah ASN yang sudah dites sudah lebih dari sepuluh persen.

Saat ini jumlah ASN yang dites sedang dimasifkan sehingga bisa menyeluruh.

Hal ini menjadi upaya Pemprov Jatim melakukan penyisiran orang terjangkit virus di lingkungan Pemprov.

Tes dilakukan di masing-masing OPD dengan koordinasi dengan gugus tugas.

“Mereka yang reaktif dari rapid test kita lanjutkan dengan swab test. Saat ini juga masih ada yang menunggu proses swab dan ada yang masih menunggu hasil swabnya keluar,” tegasnya.

Jika ada ASN yang reaktif mereka langsung dikarantina di BPSDM, dan jika positif covid-19 tanpa gejala atau ringan maupun sedang mereka akan dibawa ke RS Lapangan Indrapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Dan protokol yang kami lakukan adalah, jika ada ASN yang positif maka separo dari bagian di OPD tempat ASN bekerja dilakukan isolasi. ASN dengan kontak dekat juga dilakukan tracing dan pemeriksaan, supaya bisa komprehensif hasilnya dalam memutus mata rantai penularan,” kata Heru.

Lebih lanjut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat menyebutkan bahwa kalau ASN yang terkena covid-19 mereka tidak boleh distigma negatif.

Lebih dari itu mereka yang positif justru diberikan motivitasi agar sistem kekebalan diri mereka bisa naik dan bisa segera sembuh.

“Terjangkit virus corona ini bukan aib, jadi jangan ada stigma. Kita terus pesankan itu. Mereka yang sedang dalam karantina atau dalam perawatan harus dimotivasi karena hari ini peningkatan sistem kekebalan tubuh menjadi sangat penting,” tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved