Virus Corona di Kediri
Berbagi Sayuran Gratis Gunakan Wadah Tompo, Tetap Peduli Kurangi Plastik di Tengah Pandemi Covid-19
Sebelumnya program berbagi sayuran yang telah berjalan selama tiga minggu di Kelurahan Mojoroto menggunakan tas kresek atau plastik sekali pakai.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri mempelopori penggunaan tompo wadah dari anyaman bambu dalam program pembagian sayur gratis sebagai pengganti plastik sekali pakai.
Penggunaan tompo untuk tempat sayur gratis ini telah dilaunching Lurah Mojoroto, Achmad Koharudin, Jumat (26/6/2020).
Sebelumnya program berbagi sayuran yang telah berjalan selama tiga minggu di Kelurahan Mojoroto menggunakan tas kresek atau plastik sekali pakai.
Lurah Mojoroto, Achmad Koharudin menyebutkan, penggunaan tompo sebagai bentuk inovasi dan cinta lingkungan.
"Kami menggunakan tompo, warga bisa mengambil sayur gratis namun harus membawa wadah sendiri. Tomponya cuma buat nampung saja, tidak boleh dibawa pulang," jelasnya.
Koharudin berharap kegiatan kepedulian tetap berjalan di tengah pandemi corona, sekaligus melestarikan lingkungan.
“Program pembagian sayur gratis di Kelurahan Mojoroto, mengharuskan warga untuk membawa wadah mereka sendiri dari rumah. Sehingga, wadah tersebut bisa digunakan tidak hanya sekali," ungkapnya.
Saat launching penggunaan tompo juga diwarnai dengan kegiatan flash mob bersama yang diikuti oleh warga, Karang Taruna, Kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas.
Flash mob dilakukan sebagai sarana olah raga untuk tetap menjaga kebugaran tubuh apalagi di tengah pandemi seperti sekarang .
“Ini salah satu usaha kami untuk meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.
Permasalahan plastik muncul karena susah diurai tanah sehingga volume sampah dari plastik semakin meningkat.
Isu kelestarian lingkungan akibat sampah plastik telah menjadi perhatian dunia termasuk Indonesia