Breaking News:

Virus Corona di Situbondo

Situbondo Gunakan Alat TMC Penyakit TBC untuk Deteksi Covid-19, Karena Hasil Swab Test Terlalu Lama

TCM ini sebenarnya alat untuk mendeteksi virus di paru-paru, yang dimodifikasi dengan komponen catridge

Penulis: Izi Hartono
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Izi Hartono
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto 

SURYAMALANG.COM, SITUBONDO - Untuk mempercepat deteksi terhadap pasien virus corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Pemkab Situbondo, berencana akan menggunakan alat tes cepat molekuler (TMC) TBC.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua GTPP, Dadang Wigiarto kepada sejumlah wartawan di Pemkab Situbondo.

Menurut Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, dengan memggunakan alat TMC TBC , ini merupakan solusi terbaik untuk mengetahui secara cepat hasil swab.

"TCM ini sebenarnya alat untuk mendeteksi virus di paru-paru, yang dimodifikasi dengan komponen catridge," ujar Dadang Wigiarto.

Untuk tahap awal, kata bupati Dadang, pihaknya akan membeli sebanyak 100 catridge yang harganya setiap catridge sebesar Rp600.000.

"Kita rencanakan akan membeli seribu catridge, akan tetapi alat yang kita modivikasi itu hanya bisa melakukan tes sebanyak 10 pasien," katanya.

Dikatakan, sejauh ini berbagai cara dan upaya yang dilakukan gugus tugas dalam menangani penularan COVID-19 di Situbondo.

Namun kendalanya untuk mengetahui hasil swab terlalu lama, bahkan hingga dua menunggu hasil swabnya turun.

"Pasien dikatakan sembuh, setelah swab test kedua dinyatakan negatif lagi. Nah, menunggu hasil swab kedua ini cukup lama, sehingga untuk mengatasi penularan virus corona menjadi lamban," jelasnya.

Berdasarkan data sebaran COVID-19 di Situbondo, tercatat 97 orang dinyatakan positif terkonfirmasi COVID-19, dengan rincian; 70 orang dalam perawatan, meninggal 9 orang, sembuh 18 orang.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 67 orang, dengan rincian; dalam pengawasan 16 orang, meninggal 8 orang, dan selesai pengawasan 43 orang.

Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 481 orang. 452 orang di antaranya selesai pemantauan, 28 orang dalam perawatan, dan 1 orang meninggal dunia.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved