Virus Corona di Jatim

Ada yang Baru Soal Sistem Reimburse BPJS untuk Pasien Covid-19, Khofifah : Cukup Sekali Swab Negatif

Gubernur Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan otoritas BPJS agar adaptasi dengan sistem baru bisa turut otomatis dengan sistem reimbursement

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Gubernur Jatim, Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan otoritas BPJS agar adaptasi dengan sistem baru bisa turut otomatis dengan sistem reimbursement 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPJS terkait sistem reimburse rumah sakit yang menangani pasien covid-19.

Semula ada sistem yang menerapkan bahwa klaim pembiayaan perawatan pasien covid-19 baru bisa diberikan ketika pasien sembuh melalui dua kali hasil tes swab negatif.

Namun seiring dengan sistem baru yang diterapkan oleh WHO bahwa pasien terinfeksi covid-19 bisa dinyatakan sembuh meski tak melalui dua kali swab negatif namun cukup sekali atau bahkan jika gejala klinis sudah tidak tampak pada pasien, maka sistem reimbursement rumah sakit oleh BPJS harus dilakukan pembaruan.

Terkait sistem ini, Gubernur Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan otoritas BPJS agar adaptasi dengan sistem baru bisa turut otomatis dengan sistem reimbursement yang selama ini dijalankan.

“Dari rakor yang lalu sebenarnya masih ada yang harus dijelaskan, saya sampaikan agar BPJS tolong koordinasi secara teknis dengan masing-masing rumah sakit rujukan. Nah jadi sekarang sudah mulai ada pelonggaran,” kata Khofifah saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya sejumlah rumah sakit rujukan telah bisa menerapkan sistem reimburse atau klaim yang lebih mudah ke BPJS.

Pasalnya ini penting agar rumah sakit bisa terus fokus dalam menangani pasien dan tidak ada layanan yang terganggu.

Sebab selama ini syarat yang ditentukan WHO bahwa pasien sembuh dibuktikan dengan hasil negatif swab sebanyak dua kali turut menjadi syarat klaim BPJS.

“Selama ini sudah ada juga regulasi harus negatif dua kali baru bisa di-reimburse.Tapi sekarang seperti di RSUD dr Soetomo sudah tidak begitu, yang penting gejala klinis sudah tidak ada yang menunjukkan terpapar covid maka Sudah bisa dirembes oleh BPJS,” tegas Khofifah.

Oleh sebab itu sekarang ini pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan plus BPJS untuk melakukan proses identifikasi bahwa dengan kondisi gejala klinis sudah tidak tampak pada pasien dan sudah dibuktikan lewat swab dan hasilnya negatif, meski hanya sekali, klaim reimburse sudah bisa dilakukan oleh BPJS.

“Tapi bahwa pertemuan dengan BPJS menurut saya bisa semakin meyakinkan para rumah sakit. Maka malam ini kita akan ada koordinasi lagi di Kodam dipimpin oleh Pangdam terkait ini,” tegasnya.

Selain itu dalam Rakor malam ini juga akan dimatangkan sistem rujukan satu pintu dalam rangka penataan distribusi pasien covid-19 dengan komando Pangkogabwilhan II.

Action plan ini dianggap sebagai aksi jitu untuk menurunkan angka kematian kasus covid-19 di Jatim yang kini masih tinggi sebesar 7,7 persen.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved