Virus Corona di Jatim

Pasien Covid-19 Surabaya & Jatim Bisa Dikirim ke Pulau Galang, Gubernur Jatim Khofifah Beber Rencana

Wacana pemerintah pusat menawarkan agar pasien covid-19 Surabaya dan Jatim dipindah ke Rumah sakit darurat Corona di Pulau Galang

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Rumah sakit darurat Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Wacana mengirim pasien positif Covid-19 jatim ke rumah sakit ini ditawarkan pemerintah pusat bila rumah Sakit di Jatim tak mampu menampung 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Terus meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim membuat munculnya wacana mengirim pasien virus corona di Jatim ke Rumah sakit darurat Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Wacana untuk mengirim pasien ke Pulau Galang itu bisa jadi pilihan darurat apabila masyarakat tak juga ikut berupaya mengurangi risiko penularan Covid-19 dan jumlah pasien terus meningkat .

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa pihaknya sudah sempat membahas terkait  wacana pemerintah pusat yang menawarkan agar pasien covid-19 Surabaya dan Jatim dipindah ke Rumah sakit darurat Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Ia menyebut rencana itu ditawarkan jika kondisi rumah sakit di Jatim dalam kondisi kekurangan.

Dalam wawancara Jumat (2/7/2020), Khofifah mengatakan bahwa terkait hal ini, sudah ada komunikasi dan diskusi yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan Pangkogabwilhan II yang telah ditunjuk Presiden RI Joko Widodo untuk mengomandani RS Lapangan Indrapura Surabaya.

“Ini sudah kami sampaikan juga dalam diskusi bersama 99 rumah sakit rujukan di Jatim. Tapi kita menyampaikan itu dengan membayangkan kondisi kalau pasien itu jauh dari rumah tentu koordinasinya akan lebih sulit. Maka kita sekarang posisinya sedang terus mematangkan one gate system kita,” kata Khofifah.

Bahkan dalam diskusi dengan Pangkogabwilhan II dan Forkopimda Jatim disebutkan bahwa jika dibutuhkan dalam trasportasi pasien ke rumah sakit tersebut bisa menggunakan pesawat hercules.

Sebagaimana diketahui Rumah sakit darurat di Pulau Galang ini terdiri dari 360 ruang rawat dengan 240 ruangan untuk orang dalam pemantauan (ODP), 100 ruangan untuk pasien dalam pemantauan (PDP)

Meski begitu, Khofifah mengatakan bahwa saat ini yang sedang digodok matang adalah lebih pada penataan dan pendistribusian pasien covid-19 di Jawa Timur.

Sebab saat ini overload pasien hahya terjadi di rumah sakit rumah sakit tertentu.

Sehingga untuk optimalisasj perawatan dibutuhkan pemetaan dan pemetaan pasien dan rumah sakit.

One gate system adalah aplikasi yang menjadikan sistem rujukan pasien ada dalam satu pintu dan satu koordinasi.

Aplikasi tersebut kini sudah jadi dan sedang akan disosialisasikan pada 99 rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Jatim.

Setiap rumah sakit rujukan sudah dibekali handphone android dan akan diberikan tambahan sistem one gate system.

Saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim tengah menunggu nama-nama yang menjadi person in charge dari setiap rumah sakit rujukan agar bisa memberikan data ketersediaan bed, kapasitas bed, ketersediaan ventilator dan juga kekosongan rumah sakit.

Dengan terpantaunya hal tersebut maka Rumah Sakit Lapangan Indrapura sebagai koordinator one gate system ini akan melakukan kontrol pemetaan rumah sakit dan pasien dengan lebih tertata.

“Dalam One Gate System ini adalah aplikasi yang akan melakukan pemetaan. Ketepatan waktu untuk rumah sakit melakukan update itu penting. Aplikasinya sudah selesai. Kita sekarang sedang ingin dapatkan PIC masing-masing rumah sakit rujukan. Maka dia manti yang akan mengembang tanggung jawab mengupdate data secara realtime,” tegasnya.

Sistem ini ditegaskan Khofifah akan mendorong untuk peningkatan kasus covid-19 yang sembuh di Jatim.

juga diharapkan dengan adanya pemetaan rumah sakit dan pasien ini akan mampu menurunkan angka kasus meninggal karena setiap rumah sakit akan fokus menangani pasien dengan kesesuaian beban pasien dengan ketersediaan alat kesehatan maupun tenaga kesehatannya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved