Virus Corona di Malang
UPDATE Virus Corona Malang Hari Ini 3 Juli 2020: 517 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 157
Berikut update virus corona di Malang Raya hari ini 3 Juli 2020. 517 Positif Covid-19 & Pasien Sembuh Tembus 157.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Pada kesempatan itu pula, politisi Partai Golkar itu menjelaskan, bahwa di antara yg terkonfirmasi positif, hasil survei yang rawan terpapar komposisinya sama rata antara laki-laki dan perempuan yakni sama 50 persen.
Mengacu data Provinsi Jawa Timur, dari sisi usia yang terpapar terbanyak secara prosentase berada di usia 40-49 tahun, atau 23 persen.
Posisi prosentase terbesar ke-2 berada di usia 50 tahun yang mencapai 22 persen.
"Saya titip untuk terus memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya tertib menggunakan masker. Selalu waspada dan tetap jaga kesehatan," tandasnya.
2. Kuota RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk pasien Covid-19 hampir penuh.

Humas RSSA Kota Malang, Donny Iryan menyampaikan RSSA memiliki 34 bed untuk pasien corona.
Empat bed tersebut merupakan bed khusus bagi pasien yang memerlukan perawatan intensif.
Sedangkan 30 bed lain untuk tempat pasien yang isolasi mandiri.
"Dari 30 bed itu, 27 bed sudah terisi. Artinya kuota di RSSA sudah penuh. Tapi kami tetap menerima pasien Covid-19," ucap Donny kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (2/7/2020).
Menurutnya, mayoritas pasien Covid-19 di RSSA Kota merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain.
Sebelum merujuk pasien ke RSSA, rumah sakit tersebut akan koordinasi dengan RSSA.
"Kami tidak akan menolak pasien. Kami pasti akan kami layani. Kami juga harus melihat seberapa parahnya pasien. Kalau memang parah, ya kami bawa ke ruang ICU," ucapnya.
Tapi, status penuh di RSSA bisa saja berubah setiap waktu karena setiap hari ada pasien yang sembuh dan bisa pulang.
Asalkan, pemulangannya tersebut setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Sebenarnya status penuh saat ini masih belum tentu. Kalau sudah ada perbaikan klinis, pasien akan dipulangkan."
"Kami akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, biar pasien yang pulang tersebut ada pendampingannya," ucapnya.
Di sisi lain, RSSA sedang menyiapkan unit khusus untuk pelayanan Covid-19.
Tempat tersebut memiliki daya tampung hingga 71 bed dan dikhususkan untuk penanganan Covid-19.
Tempat itu berada di gedung paviliun Graha Puspa Husada RSSA.
Sebelumnya tempat tersebut merupakan gedung khusus bagi pasien VIP dan VVIP RSSA yang tidak memakai BPJS Kesehatan.
"Jadi unit pelayanan Covid-19 semacam rumah sakit bayangan RSSA yang khusus untuk Covid-19. Biar pasien reguler tidak cemas dan takut," ucapnya.
Berbagai persiapan kini telah dilakukan oleh RSSA dan rencananya pada Minggu esok tempat tersebut sudah bisa digunakan.
"Persiapan kini sudah tahap finishing. Saat ini tinggal menyiapkan alat komunikasi dan internet untuk menunjang komunikasi pasien dan perawat."
"Insya Allah migrasi pasien akan dilakukan pada pekan ini," tandasnya.
3. KPU Kabupaten Malang Tak Kesulitan Verifikasi Faktual Saat Pandemi Covid-19
KPU Kabupaten Malang belum bisa mengumumkan hasil sementara verifikasi faktual calon perseorangan.
Saatini petugas masih memverifikasi faktual.
"Verifikasi faktual calon perseorangan masih jalan, sejak tanggal 28 Juni hingga 14 hari kedepan. Kami belum bisa menyampaikan hasilnya karena masih melakukan rekap per hari," ujar Marhendra Pramudya Mahardika, Bagian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (2/7/2020)
Hasil verifikasi calon perseorangan baru bisa diumumkan ketika KPU Kabupaten Malang melaksanakan tugasnya pada 12 Juli 2020.
"Nanti ada pemberitahuan setelah selesai," tutur pria yang akrab disapa Dika ini.
Bila hasil verifikasi sudah keluar, Dika menegaskan, KPU Kabupaten Malang akan menyampaikan kepada Bakal Calon Bupati Malang dan Bakal Calon Bupati Malang jalur perseorangan dengan apa adanya.
"Jika ada selisih dukungan, masih ada masa perbaikan nantinya. Kita sampaikan apa adanya termasuk jika ada yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ucap Dika.
Meski verifikasi faktual dilakukan saat pandemi Covid-19, Dika menegaskan pihaknya tidak merasa khawatir.
"Sementara tidak ada kendala berarti yang kami temui. Janjian ketemu untuk lakukan verifikasi masih lancar," ungkap Dika.
Dika menerangkan, pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko awalnya menyertakan 130 ribu-an dukungan KTP kepada KPU Kabupaten Malang sebagai syarat pendaftaran calon perseorangan. Ternyata jumlah tersebut bisa saja berubah.
"Standar KPU 129.796 dukungan. Agar memenuhi syarat, kami lakukan verifikasi faktual," jelas Dika