Virus Corona di Surabaya
Terungkap 5 Dokter PPDS di Surabaya Tengah Menjalani Perawatan Karena Terpapar Covid-19
Di RSUD dr Seotomo kini merawat 1 orang mahasiswa dokter PPDS yang juga terpapar covid-19, sebanyak 4 orang juga sedang menjalani perawatan di RS UA
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Direktur RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi yang juga sebagai Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur mengungkap jumlah dokter PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang masih dirawat akibat terpapar covid-19.
Joni menyatakan saat ini di RSUD dr Seotomo merawat 1 orang mahasiswa dokter PPDS yang juga terpapar covid-19.
Selain itu PPDS terpapar covid-19 sebanyak 4 orang juga diketahui sedang menjalani perawatan di RS Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya.
“Sekarang kami merawat satu orang PPDS dan di RSUA ada empat orang PPDS. Kan muternya PPDS di dua rumah sakit ini memang. Sekarang mereka yang sedang menjalani perawatan karena terpapar covid-19, dalam kondisi baik,” tegas Joni.
Dikatakan Joni, bahwa ada banyak faktor tenaga kesehatan bisa tertular covid-19.
Pertama adalah semakin banyaknya jumlah kasus, maka probabilitas penularan akan semakin bertambah.
Sebab pasien covid-19 tidak seperti pasien biasa. Pasien dengan covid-19 membutuhkan proses diagnosa khusus, membutuhkan penapisan, membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan juga banyak lagi penindakan yang membutuhkan kontak langsung dengan Nakes. Sehingga risiko penularan memang tinggi.
“Oleh sebab itu penegakan protokol harus benar-benar dilakukan. Protokolnya ada, setiap RS sudah bikin protokol. Kedisiplinan kita semua menjadi kunci baik saat memakai APD, saat melayani dan bahkan saat melepas. Kalau kita melepas APD seenaknya bisa tertular dan menularkan ke orang lain,” tegas Joni.
Seperti diketahui satu lagi dokter PPDS FK Unair meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.
Dokter Putri Wulan Sukmawati tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak meninggal dunia akibat Covid-19.
Joni Wahyuhadi menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya dr Putri Wulan Sukmawati, dokter yang tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS) ilmu kesehatan anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, akibat terpapar covid-19.
Meski begitu, ditegaskan Joni bahwa almarhumah dr Putri Wulan Sukmawati yang meninggal pada Minggu (6/7/2020), selama ini tidak ditugaskan untuk melayani dan merawat pasien covid-19 secara langsung di ruang isolasi khusus (RIK).
Namun karena banyaknya OTG, dimungkinkan dr Putri Wulan Sukmawati terpapar dari pasien lain atau terpapar dari OTG.
"Beliau tidak ditugaskan di RIK. Tapi beliau kan juga melayani pasien lain. Sekarang ini OTG kan banyak, oleh sebab itu protokol kesehatan dalam menggunakan alat pelindung diri terus kita perketat di rumah sakit. Tapi di luar masyarakat juga harus disiplin protokol kesehatan,” kata Joni.
Selain diketahui terpapar covid-19, almarhumah dr Putri juga diketahui memiliki komorbid.