Berita Batu Hari Ini
Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Butak dan Panderman di Batu Tunggu Rekomendasi Gugus Tugas
Jalur pendakian gunung dari Kota Batu belum bisa dibuka saat ini, meski sarana dan prasarana penunjang sudah disiapkan
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | BATU – Jalur pendakian Gunung Butak dan Panderman dari Kota Batu belum bisa dibuka saat ini. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang, Hengki Herwanto, menjelaskan pihaknya akan mengikuti prosedur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu dan Kabupaten Malang jika ingin membuka jalur pendakian.
Hengki menjelaskan sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang jika sewaktu-waktu nanti mendapatkan izin untuk membuka jalur pendakian. KPH Malang juga menyediakan alat pengukur suhu tubuh, cuci tangan dan mewajibkan setiap pendaki untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Pendaki harus memastikan benar-benar sehat. Kami juga siapkan alat pengukur suhu tubuh, dan pendaki bisa membawa surat keterangan sehat,” ujar Hengki, Kamis (9/7/2020).
KPH Malang telah mengajukan usulan untuk membuka jalur pendakian.
Namun hingga saat ini, masih belum ada rekomendasi yang turun untuk membuka jalur pendakian.
Hengki kembali menegaskan bahwa untuk membuka jalur, pihaknya mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu maupun Kabupaten Malang.
“Kami memang sudah ajukan,” ujarnya.
Sejak Maret lalu, jalur pendakian ditutup total.
Akibat penutupan itu, KPH Malang tidak mendapatkan pemasukkan sepeserpun dari jalur pendakian.
Biaya operasional pun didapat dari silang pendapatan usaha yang lain seperti produksi kayu.
“Jadi sejak Maret hingga sekarang pendapatan kami nol dari jalur pendakian,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, Maulana menyampaikan, berdasarkan data dan informasi yang diterima, pengajuan jalur pendakian oleh KPH Malang langsung diserahkan kepada Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
"Pengajuan jalur pendakian datanya sudah kami terima, dan tinggal menunggu survei dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu untuk mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata,” papar Maulana.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu tengah melakukan survei ke sejumlah tempat wisata dan perhotelan di Kota Batu saat ini.
Berdasarkan data, sebanyak 45 hotel, 15 vila, 11 tempat wisata, 3 tempat oleh-oleh, dan 5 tempat ibadah di Kota Batu sudah mendapatkan rekomendasi untuk buka dari Dinas Pariwisata.