Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Berita Malang Hari Ini 11 Juli 2020 Populer: Motif Peretas Data FPH & 745 Peserta UTBK Tidak Hadir

Berita Malang hari ini Sabtu 11 Juli 2020 populer diantaranya Motif Peretas data pribadi Denny Siregar.

Kolase SURYAMALANG/Polda Jatim dan SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Berita Malang 11 Juli 2020 

Senior President Corporate Telkomsel Andik Agus Akbar menjawab, pihak Telkomsel memiliki temuan keanehan data dari pegawainya yang diketahui mengakses sistem tanpa persetujuan atasan.

"Jadi setelah ada ramai-ramai dari Telkomsel adakan investigasi kami mengenali ada akses tambahan dari salah seorang dari karyawan outsourching dari Grapari Rungkut," ungkapnya.

"Tanggal 8 kami buat laporan ke Mabes, untuk ditindaklanjuti sesuai UU yang berlaku," pungkasnya.

Atas ulah FPH, polisi terpaksa menyita sebuah kartu tanpa pengenal (KTP) milik FPH, sebuah komputer, SIM card Telkomsel, sebagai barang bukti.

2. 745 peserta UTBK di Universitas Negeri Malang (UM) tidak hadir.

Pintu keluar di Universitas Negeri Malang (UM) di JL Surabaya dimanfaatkan sebagai tempat penyebaran brosur PTS untuk peserta UTBK, Jumat (10/7/2020) .
Pintu keluar di Universitas Negeri Malang (UM) di JL Surabaya dimanfaatkan sebagai tempat penyebaran brosur PTS untuk peserta UTBK, Jumat (10/7/2020) . (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Jumlah peserta UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)-SBMPTN yang tidak hadir hingga pelaksanaan hari keenam, Jumat (10/7/2020) di Kota Malang cukup tinggi.

Di Pusat UTBK UM (Universitas Negeri Malang) tercatat sebanyak 745 peserta tidak hadir. Alasan pasti ketidakhadiran belum diketahui.

"Bisa jadi karena relokasi, reschedule, atau murni tidak hadir," jelas Ifa Nursanti, Kasubag Humas UM pada suryamalang.com, Jumat (10/7/2020).

Bila memperhatikan angka ketidakhadiran harian UTK UM, di hari pertama UTBK, Minggu (5/9/2020) ada 99 peserta tidak hadir.

Hari kedua, Senin (6/7/2020) ada 139 peserta.

Hari ketiga, Selasa (7/7//2020) ada 166 peserta.

Hari keempat, Rabu (8/7/2020) ada 102 peserta.

Hari kelima, Kamis (9/7/2020) dan 151 peserta.

Di hari keenam, Jumat (10/7/2020) ada 88 peserta tidak hadir.

Total jumlah peserta yang mendaftar di UTBK Universitas Negeri Malang (UM) ada 12.414.

Dari jumlah itu, masih ada 149 peserta yang baru menjalani ujian besok, Sabtu (11/7/2020) yang merupakan hari terakhir pelaksanaan UTBK di UM.

Dengan ketidakhadiran sebanyak 745 peserta, jumlah yang ikut ujian masih cukup banyak. Yaitu 11.669 orang.

Namun baru besok diketahui apakah 149 orang peserta terakhir itu hadir semua atau tidak.

Untuk Sabtu, 11 Juli 2020 hanya satu sesi itupun hanya beberapa ruang di UM.

Di hari terakhir pelaksanaan UTBK di UM besok, ujiannya hanya digelar di UM. Pelaksanaan UTBK di tiga mitra perguruan tinggi UM terakhir hari ini, Jumat (10/7/2020).

Sedang di UTBK Universitas Brawijaya (UB) tingkat ketidakhadiran peserta sebanyak empat persen.

"Setiap sesi disiapkan untuk 1090 peserta," jelas Kotok Gurito, Kasubag Humas dan Kearsipan UB dikonfirmasi terpisah.

UTBK UB akan berakhir pada Selasa (14/7/2020) pekan depan. Total pendaftarnya ada 19.000 an.

Di situs pencarian, saat ini cukup banyak diminati informasi mengenai jalur mandiri PTN. Serta informasi biaya kuliahnya.

Ada jalur mandiri prestasi serta mandiri ujian dan memakai nilai UTBK.

Nilai UTBK sendiri belum keluar atau belum diterima peserta saat ini.

Tahun ini sistemnya berbeda dimana UTBK sekaligus untuk mendaftar SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Tahun lalu, dengan nilai yang didapat baru memilih prodi yang sesuai dengan nilai UTBK yang diperoleh.

3. Keunggulan inovasi yang dilakukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang

Tumpukan sampah di TPA Talangangung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2020).
Tumpukan sampah di TPA Talangangung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2020). (erwin wicaksono/suryamalang.com)

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, memamerkan keunggulan inovasi yang dilakukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, kepada Tim Panel Independen (TPI) KIPP 2020, Jumat (10/7/2020).

"Karena ada sekitar 300 KK (Kepala Keluarga) yang sudah memanfaatkan gas methane dari TPA Talangangung ini. Gratis pula," ujar Sanusi.

Gas methane tersebut didapat dari sistem pengolahan sampah dengan menggunakan sanitary landfill.

"Sehingga bisa menjadi gas elpiji. Masyarakat bisa pakai gas itu untuk memasak," beber Sanusi.

Sanusi senang, TPA Talangangung juga masuk dalam nominasi 15 besar finalis kelompok khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik alias KIPP tahun 2020.

Giat itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) baru-baru ini.

"TPA Talangagung ini membuat beberapa wilayah di Kabupaten Malang justru minta diajari bagaimana mengolah tempat penampungan sampah," ucap politisi PDIP itu.

Sanusi menganggap berbagai wilayah di Kabupaten Malang mulai menyadari pentingnya mengelola sampah agar bermanfaat.

"Ini kan menarik, biasanya orang tidak mau sama sampah, ini justru minta kelola sampah," tutur pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang itu.

(Luhur Pambudi/Mohammad Erwin/Sylvianita Widyawati/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved