Berita Malang Hari Ini
Berita Malang Hari Ini 11 Juli 2020 Populer: Motif Peretas Data FPH & 745 Peserta UTBK Tidak Hadir
Berita Malang hari ini Sabtu 11 Juli 2020 populer diantaranya Motif Peretas data pribadi Denny Siregar.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Berita Malang hari ini Sabtu 11 Juli 2020 populer diantaranya Motif Peretas data pribadi Denny Siregar.
Selain itu, Berita Malang Populer Hari Ini juga membahas 745 peserta UTBK di Universitas Negeri Malang (UM) tidak hadir.
Dan Berita Malang hari ini mengulas keunggulan inovasi yang dilakukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung.
Selengkapnya, langsung saja simak rangkuman Berita Malang di bawah ini:
1. Motif Peretas data pribadi pegiat media sosial Denny Siregar ternyata didasari sentimen pribadi.
Pelaku, FPH (22), yang pekerja outsouching sebagai customer service Grapari Telkomsel Rungkut Surabaya itu ternyata merasa sakit hati oleh sosok Denny Siregar.
Pasalnya, beberapa waktu lalu, FPH pernah dibully dan diserbu oleh para pendukung Denny Siregar melalui akun media sosial.
"Yang bersangkutan tidak menyukai DS karena telah dibully akun medsos dari pendukung DS," ujar Kasubdit I Dittipitsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol, saat konferensi pers, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Tak cuma itu, ungkap Reinhard, ternyata akibat dari rasa sakit hatinya itu, FPH bersimpati terhadap akun-akun oposan yang cenderung memiliki keberanian melawan (counter) konten-konten Denny Siregar, atau kubu yang didukung pegiat medsos itu.
Satu diantaranya yakni akun Twitter @Opposite6890, yang belakangan trending di Twitter.
"Motif dari tersangka FPH jadi secara pribadi simpati dengan akun opposite tersebut," tuturnya.
Tak pelak, lanjut Reinhard, itulah yang membuat FPH akhirnya nekat untuk memberanikan diri mencuri data pribadi Denny Siregar; salah satu customer Telkomsel, dengan mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai karyawan Customer Service di perusahaan tersebut.
Caranya mengakses database pelanggan yang terkoneksi dengan perangkat di gerai tempatnya bekerja.
FPH mengakses secara ilegal tanpa mekanisme perizinan; sebagai protokol standar keamanan data, dari pelanggan yang bersangkutan ataupun pihak atasan.
"Dia punya akses data terbatas dari data yang diperoleh pelanggan, jadi ada 2 hal yang bisa diakses; akses data tentang pelanggan, dan akses tentang device, atau alat ponsel pelanggan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-malang-11-juli-2020.jpg)