Pilkada Malang 2020
Karena Corona, KPU Kabupaten Malang Sebut Pilkada Malang 2020 Dirasa Paling Berat
KPU Kabupaten Malang menyadari wabah corona membuat pelaksanaan Pilkada Malang 2020 terasa lebih berat dari pada periode sebelumnya.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | MALANG - KPU Kabupaten Malang menyadari wabah corona membuat pelaksanaan Pilkada Malang 2020 terasa lebih berat dari pada periode sebelumnya.
"Bila dibandingkan dahulu, saat ini lebih berat kita tidak dalam kondisi normal. Dulu kan tidak ada batasan," kata Bagian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisiapsi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika, ketika dikonfirmasi, Minggu (12/7/2020).
Mahardika menerangkan belum ada opsi lain yang mencuat selain tetap menjalankan tahapan Pilkada Malang 2020 hingga pemungutan suara pada Desember 2020 nanti. Sembari menunggu instruksi selanjutnya dari KPU RI.
"Apabila ada kondisi lain yang terjadi, kami menunggu keputusan dari KPU RI, sehingga kami KPU Kabupaten Malang tinggal melaksanakannya saja," tutur pria yang akrab disapa Dika ini.
Meski terasa berat, Dika menegaskan KPU Kabupaten Malang masih mampu menjalankan tahapan Pilkada Malang 2020.
Terdekat, ada dua agenda yang harus diselesaikan.
Pertama, verifikasi faktual calon perseorangan.
Kedua, pencocokan dan penelitian daftar pemilih.
"Kedua agenda itu yang akan kami kerjakan dalam waktu dekat. Verifikasi faktual bila sudah selesai akan kami lakukan pengumuman," ujar Dika.
KPU Kabupaten Malang juga tak melepaskan begitu saja petugasnya yang sedang mengerjakan tahapan Pilkada Malang 2020.
"Karena sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum 6 petugas dilengkapi APD saat tatap muka dipastikan semu menerapkan protokol kesehatan," jelas Dika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kpu-kabupaten-malang-marhendra-pramudya-mahardika.jpg)