Breaking News:

Pilwali Blitar 2020

KPU Gelar Rapid Test ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Pilwali Blitar 2020, 1 Petugas Reaktif

KPU Kota Blitar melakukan rapid test kepada 259 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pilwali Blitar 2020

samsul hadi/suryamalang.com
Satu PPDP menjalani rapid rest di kantor KPU Kota Blitar, Senin (13/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - KPU Kota Blitar melakukan rapid test kepada 259 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pilwali Blitar 2020. Rapid test itu sebagai persiapan PPDP melakukan coklit data pemilih mulai 15 Juli-13 Agustus 2020.

Rapid test untuk PPDP dilakukan di kantor KPU Kota Blitar selama dua hari, yakni, Minggu (12/7/2020) dan Senin (13/7/2020). Pada hari pertama ada 241 PPDP yang menjalani rapid test dan sisanya menjalani rapid test di hari ini.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya, mengatakan dari 241 PPDP yang menjalani rapid test pada hari pertama ada satu petugas yang hasilnya reaktif.

KPU langsung melakukan penggantian terhadap satu petugas yang diketahui reaktif rapid test.

KPU juga sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas untuk menindaklanjuti satu petugas yang diketahui reaktif rapid test.

"Dari 241 petugas yang menjalani rapid test hari pertama ada satu petugas yang reaktif rapid test. Kami langsung mengganti satu petugas yang reaktif rapid test," kata Rangga, Senin (13/7/2020).

Dikatakannya, pada hari kedua ini total ada 19 PPDP yang menjalani rapid test.

Rinciannya, 18 PPDP yang tidak bisa mengikuti rapid test pada hari pertama dan satu PPDP pengganti petugas yang reaktif rapid test pada hari pertama.

"Kami berharap hasil rapid test untuk 19 petugas di hari kedua ini non-reaktif," ujarnya.

Menurut Rangga, selain rapid test, para PPDP yang melakukan coklit data pemilih juga diwajibkan pakai masker, face sheild, dan hand sanitizer saat terjun ke lapangan.

Sesuai PKPU No 6 Tahun 2020 dan SE No 20 Tahun 2020, tiga jenis alat perlindungan diri (APD) itu wajib dibawa petugas saat di lapangan.

"Sebelum terjun ke lapangan, petugas juga harus dicek suhu tubuh di sekretariat PPS. Jika suhu tubuhnya 38 derajat, kami meminta petugas tidak terjun ke lapangan dulu," katanya.

Rangga meminta masyarakat tidak takut dengan petugas yang melakukan coklit data pemilih ke rumah.

Dia memastikan para petugas yang terjun ke lapangan sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran corona.

"Kami menjamin petugas yang terjun ke lapangan sudah melaksanakan protokol kesehatan dan dinyatakan sehat," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved