Berita Malang Hari Ini

Berita Malang Hari Ini 16 Juli 2020 Populer: Terbakarnya Candi Ganter & Aplikasi Baru Wadul Polisi

Berita Malang hari ini Kamis 16 Juli 2020 populer diantaranya aplikasi baru Wadul Polisi yang dibuat Polresta Malang.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Kolase SURYAMALANG.COM/Polresta Malang Kota/Pemdes Tulungrejo
Berita Malang hari ini Kamis 16 Juli 2020 populer 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang hari ini Kamis 16 Juli 2020 populer diantaranya aplikasi baru Wadul Polisi yang dibuat Polresta Malang Kota.

Selain itu, Berita Malang Populer Hari Ini juga membahas Candi Ganter di Desa Tulungrejo terbakar sebelum diresmikan.

Dan Berita Malang hari ini mengulas Pemkab Malang menjalin kerja sama dengan BTNBTS untuk infrastruktur jalan ke Gunung Bromo.

Selengkapnya, langsung saja simak rangkuman Berita Malang di bawah ini:

1. Polresta Malang Kota Buat Aplikasi Baru untuk Terima Pengaduan Warga, Wadul Polisi Bisa Rahasia

Kapolresta dan Wakapolresta Malang Kota saat berfoto bersama tiga anggota yang mendapatkan pangkat pengabdian, Jumat (3/4/2020)
ILUSTRASI - Kapolresta dan Wakapolresta Malang Kota saat berfoto bersama tiga anggota yang mendapatkan pangkat pengabdian, Jumat (3/4/2020). Polresta Malang Kota akan luncurkan aplikasi baru.(SURYAMALANG.COM/Polresta Malang Kota)

Polresta Malang Kota akan membuat aplikasi baru bagi masyarakat. Aplikasi baru tersebut bernama Wadul Polisi.

Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan aplikasi tersebut khusus untuk menerima pengaduan masyarakat.

"Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa melaporkan atau mengadukan kejadian yang membutuhkan bantuan polisi. Sehingga masyarakat tidak perlu mengadukan melalui media sosial," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (15/7/2020).

Ia menjelaskan bahwa saat ini aplikasi itu sedang dalam proses pembenahan.

Bila telah jadi, maka aplikasi dapat diunduh melalui Google Playstore.

"Untuk mengakses, sama dengan aplikasi Jogo Malang. Harus mendaftar dulu dengan memasukkan nomor dan alamat sesuai KTP. Barulah setelah itu dapat menggunakan fitur yang ada di aplikasi," tambahnya.

Sifat pengaduan dalam aplikasi wadul polisi, bisa dikirimkan secara terbuka ataupun bersifat rahasia.

Bila masyarakat memilih opsi pengaduan rahasia, pengaduan yang dimasukkan tidak akan tampil pada beranda aplikasi yang menampilkan semua pengaduan masyarakat.

"Masyarakat yang akan mengadukan juga bisa mengirimkan aduan dengan bersifat anonim atau tanpa menyertakan identitas. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengirimkan aduannya. Kami yang akan memverifikasi kebenaran dari setiap aduan masyarakat," bebernya.

Saat ini aplikasi itu akan terus disempurnakan untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakannya.

"Saat ini kami masih menunggu persetujuan dari Kapolresta terkait launching aplikasi. Semoga dalam waktu dekat, bisa segera dilaunching," pungkasnya.

2. Bupati Malang batal meresmikan Candi Ganter di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, karena kebakaran.

Gazebo di area Candi Ganter, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, seusai kejadian kebakaran.
Gazebo di area Candi Ganter, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, seusai kejadian kebakaran. (Pemdes Tulungrejo)

Bupati Malang dijadwalkan meresmikan Candi Ganter di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2020).

Namun, Sanusi batal mengunjungi candi yang baru saja ditemukan itu karena Candi Ganter di Desa Tulungrejo terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran melanda area candi pada Selasa (14/07/2020) malam.

Alhasil, berbagai sarana yang harusnya digunakan untuk kegiatan Bupati Malang, hangus terbakar.

Karena area Candi Ganter terbakar, acara launching Candi Ganter dipindah ke Kantor Desa Tulungrejo. Sanusi menduga, aksi tersebut dilakukan oleh segilintir orang karena iseng.

"Orang iseng saja itu mungkin, karena tak paham sejarah," tutur Sanusi.

Bahkan, Sanusi menyebut sosok yang membakar area candi itu adalah orang yang tak suka melihat kemajuan.

"Orang seperti itu sepertinya tidak ingin adanya kemajuan atau kemakmuran di sana," tuding Sanusi.

Sanusi menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Desa Tulungrejo jika ingin diproses secara hukum.

"Itu terserah pemerintah desa," saran Sanusi.

Di sisi lain, Kepala Desa Tulungrejo, Mulyadi membenarkan peristiwa kebakaran area Candi Ganter itu.

"Terbakar saat malam hari, sekitar pukul 22:00. Saya mendapat laporan, jadi tidak tahu kejadiannya karena saat itu saya berada di Kantor Desa Tulungrejo," tutur Kepala Desa Tulungrejo, Mulyadi.

Laporan itu didapatnya dari pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp.

"Saat itu saya dapat pesan singkat kalau area Candi Ganter di Desa Tulungrejo terbakar. Saat mau ke sana sudah padam apinya," kata Mulyadi.

Mulyadi juga tidak mengetahui siapa dalang di balik peristiwa kebakaran itu.

"Tidak tahu saya penyebabnya," ungkap Mulyadi.

Pihaknya juga memiliki rencana melaporkan peristiwa kebakaran itu ke pihak kepolisian.

"Karena kejadian ya kami melaporkan ke polisi," terang Mulyadi.

Akibat kejadian itu, kerusakan yang terjadi mencapai 50 persen.

"Yang terbakar seperti gazebo, panggung, terop dan kursi-kursi. Padahal itu untuk kegiatan launching," jelasnya.

Pihaknya Pemerintah Desa Tulungrejo masih melakukan musyawarah terkait pembukaan candi yang baru saja ditemukan oleh warga itu.

"Nanti akan kami renovasi, karena tetap kami akan jadikan destinasi wisata desa," terangnya.

Mulyadi geram dengan peristiwa kebakaran itu, padahal jika Candi Ganter jadi tempat pariwisata, malah akan berdampak positif.

"Ini sejatinya bisa menambah pendapatan masyarakat desa. Karena bisa berdagang di sekitar area candi," beber Mulyadi.

3. Pemkab Malang menjalin kerja sama dengan BTNBTS untuk infrastruktur jalan ke Gunung Bromo.

Pemkab Malang sepakat menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kerja sama berupa pembangunan infrastruktur jalan, Rabu (15/7/2020).
Pemkab Malang sepakat menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kerja sama berupa pembangunan infrastruktur jalan, Rabu (15/7/2020). (Pemkot Malang)

Pemkab Malang sepakat menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kerja sama berupa pembangunan infrastruktur jalan, Rabu (15/7/2020).

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, ingin pembangunan akses jalan tersebut bisa mempermudah mobilitas warga Desa Ngadas dan masyarakat Suku Tengger. Pembangunan jalan tersebut juga digadang-gadang memberi manfaat daerah lain, dalam segi aksesibilitas.

"Ini sebagai kerja sama pertama di antara tiga daerah lain yang juga membawahi wilayah administratif TNBTS. Seperti halnya Kabupaten Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo," ungkap John.

John juga ingin agar pemerintah daerah bisa memfasilitasi pengadaan rambu lalu lintas.

"Kami berharap pemerintah daerah juga bisa membantu pengadaan rambu lalu lintas, papan peringatan dan tempat istirahat. Karena selama ini rata-rata dalam satu bulan terjadi antara 20 sampai 30 kali kasus kecelakaan disepanjang jalur TNBTS,” beber John.

Pengadaan itu dirasa punya urgensi penting, karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

"Seperti halnya di sepanjang jalur Coban Trisula sampai ke Jemplang,” tuturnya.

John menerangkan fasilitas ini demi memanjakan pengunjung TNBTS dalam segi kenyamanan dan keamanan.

"Bisa mengurangi risiko kecelakaan, kami berharap agar kenyamanan wisatawan yang akan menuju Gunung Bromo juga semakin terjamin," tutur John.

Sementara itu, Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni menerangkan, pembangunan jalan tersebut memalai anggaran yang akan digunakan pada tahun anggaran 2020.

Nilainya sebesar Rp 7,7 miliar.

“Perjanjian kerjasama pekerjaan ini akan dilaksanakan selama 10 tahun dan akan terus di evaluasi tiap tahunnya,” tutur Romdhoni.

Panjang jalan yang digarap, sepanjang 10,1 kilometer beradandi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru area Jemplang, Poncokusumo.

Pembangunan jalan itu sejatinya dimulai sejak Bulan Februari lalu.

Pemkab Malang menargetkan jalan di TNBTS bisa tuntas pada Oktober mendatang.

“Prioritas sekarang adalah supaya kendaraan yang berpapasan di arah yang berlawanan bisa lewat dengan aman,” ungkap Romdhoni.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi senang dengan pembangunan tersebut.

Karena dapat beri dampak positif pada bidang ekonomi masyarakat Desa Ngadas.

"Akses jalan itu bisa mempermudah warga Tengger dan daerah lain," beber Sanusi.

Ketika wabah corona berakhir, Sanusi yakin ekonomi dari sektor wisata di TNBTS kembali tumbuh.

“Saat ini saja sudah ada 60 homestay yang dikelola oleh warga setempat. Nanti new normal sudah bisa dimulai dan wisatawan sudah berdatangan maka roda perekonomian warga disektor wisata akan kembali bergerak,” jelas Sanusi.

(Mohammad Erwin/Kukuh Kurniawan/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved