Breaking News:

Virus Corona di Malang

Bupati Sanusi Prediksi Angka Kemiskinan di Kabupaten Malang Turun saat Pandemi Corona

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, memprediksi angka kemiskinan di wilayahnya akan terus turun meski di masa wabah corona

erwin wicaksono/suryamalang.com
Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (13/4/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi, memprediksi angka kemiskinan di wilayahnya yang saat ini di angka 9,3 persen akan terus turun meski di masa wabah corona.

"Soal angka kemiskinan, perkiraan saya tetap menurun," ujar Sanusi seusai memimpin jalannya rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2020).

Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Malang itu menyebut ekonomi di wilayah seluas 33 kecamatan ini bakal bertumbuh alias tidak mengalami penurunan.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Saya pernah berdiskusi dengan pengamat ekonomi, di satu tempat, itu justru ada kenaikan 11,4 persen. Jadi tidak minus," tutur Sanusi.

Eks politisi PKB ini menjelaskan banyak cara yang bisa dilakukan guna mendongrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang.

"Seperti pada sektor pertanian padi dari 8 ton bisa 15 ton produktivitas panennya," beber pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Selain pertanian, sektor perikanan juga bisa digenjot harga jualnya.

Sanusi menuturkan, harga ikan bisa punya daya jual tinggi.

"Dari perikanan, ikan yang harganya Rp 20 ribu nanti kita carikan harga bisa Rp 50 ribu. Itu sudah ada semua yang mau beli," jelasnya.

Seluruh potensi daerah yang ada di Kabupaten Malang bisa membuka peluang para pekerja agar tidak terperosok jurang pengangguran.

"Pertama, menciptakan lapangan kerja dengan mengoptimalkan potensi daerah agar bisa optimal," ungkap Sanusi.

Di sisi lain, Sanusi memberi saran agar Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) terus dilakukan evaluasi.

"LPKJ banyak yang harus dievaluasi. Baik yang jadi catatan juga," terangnya.

Salah satu yang harus dievaluasi adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Itu karena turunnya DAK di akhir tahun. Dialihkan ke kegiatan sesuai peruntukannya. Tapi etap pada program yang sama," ujar Sanusi.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved