Pilbup Sidoarjo
Forum PAC PKB Sidoarjo Desak DPP Mengusung Kader Internal di Pilbup Sidoarjo, Ada 4 Nama Potensial
Forum PAC PKB Sidoarjo minta DPP PKB untuk mengusung kader internal sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilbup Sidoarjo 2020.
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Forum PAC PKB Sidoarjo minta DPP PKB untuk mengusung kader internal sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Sidoarjo 2020.
Forum PAC PKB Sidoarjo menilai ada empat kader PKB Sidoarjo yang paling potensial, yaitu Nur Ahmad Syaifuddin, Amir Aslichin, Sullamul Hadi Nurmawan, dan Anik Maslakah.
Jika dua dari empat nama itu dipasangkan, disebut-sebut sangat kuat dan mumpuni untuk memenangkan Pilbup Sidoarjo tahun ini.
"PKB punya 16 kursi di DPRD Sidaorjo. Itu sudah cukup untuk mengusung calon tanpa harus koalisi dengan partai lain," kata Maksum Zubair, Ketua Forum PAC PKB Sidoarjo kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/7/2020).
Menurutnya, para pengurus PAC menggelar pertemuan di Luminor Hotel beberapa waktu lalu.
Hasilnya, Forum PAC PKB Sidoarjo sepakat minta DPP mengeluarkan rekom untuk kader internal.
Kemudian ada pertemuan lagi.
"Hasilnya sama, menguatkan pertemuan sebelumnya. Jadi jika ada pengurus PAC atau kader mendukung satu calon, itu urusan pribadi. Tapi forum PAC tetap minta DPP merekom kader internal," tandasnya.
Menurut dia, PKB Sidoarjo punya kader potensial yang melimpah.
Sehingga seolah tidak patut jika partai dengan perolehan suara terbanyak dan punya kader-kader yang bagus, malah merekomendasi orang luar.
"Empat nama itu diantara yang paling potensial. Namun, kami tetap patuh pada keputusan DPP."
"Siapapun yang direkom, kami samikna wa athokna. Mengamankan dan memenangkan," tambah Dhmaroni Khudlori, anggota DPRD Sidoarjo dari PKB.
Menurutnya, kader yang layak mendapat rekom adalah kader yang sudah pernah berjuang atau berkeringat untuk partai.
Bukan kader baru atau yang belum pernah berbuat apa-apa dan belum terlihat kiprahnya.
Terkait Nur Ahmad Syaifuddin yang mantab bergandengan dengan politisi Partai Gerindra, Mimik Idayana, Dhamroni menilai itu adalah ikhtiyar pribadi Nur Ahmad sendiri.