Breaking News:

Virus Corona di Probolinggo

6 Pasien Positif Covid-19 Klaster RM Rawon Nguling Dipindahkan, Paska Pemilik Meninggal Dunia

Paska dua orang positif meninggal dunia, yakni ibu dan anak pemilik RM Rawon Nguling kemarin, langsung dilakukan tracing dan tracking.

SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
RM Rawon Nguling tutup paska munculnyq kasus positif Covid-19 di rumah makan yang terkenal di jalur utama kawasan Tapal Kuda ini. 

Penulis : Galih Lintartika , Editor : Dyan Rekohadi 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo memastikan pasien positif Covid-19 klaster RM Rawon Nguling tinggal enam orang.

Sebelumnya, ada delapan orang, dan dua orang meninggal dunia.

Enam orang ini, kini dipindahkan ke rumah pengawasan khusus pasien Covid-19 milik Pemkab Probolinggo.

Jubir Satgas Kabupaten Probolinggo dr Anang Boedi Yoelijanto mengatakan, sebelumnya enam orang ini sempat dirawat intensif di RSUD Tongas paska dinyatakan positif Covid-19.

"Mulai hari ini, dipindahkan ke rumah pengawasan khusus pasien Covid- 19 di Gending. Kondisi terakhir mereka sudah membaik dan stabil sekarang," kata Anang saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Dia menjelaskan, meski sudah membaik, pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan keenam pasien ini selama 14 hari ke depan.

"Kita akan terus pantau, kami juga akan awasi ketat perkembangan mereka sembari menunggu hasil swab lanjutan. Yang jelas, sekarang sudah membaik," papar dia.

Menurut Jubir, paska dua orang positif meninggal dunia, yakni ibu dan anak pemilik RM Rawon Nguling kemarin, pihaknya langsung tracing dan tracking.

"24 karyawannya sudah kami periksa dan sudah kami tes swab. Hasilnya menunggu, sambil menunggu, 24 karyawan ini kami karantina untuk meminimalisir hal - hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Di sisi lain, pihak pemerintah juga sudah meminta pemilik RM tersebut untuk sementara menutup dan menghentikan aktivitasnya, sampai kondisinya benar - benar pulih.

"Rumah makan sudah ditutup sekarang. Sudah tidak ada aktivitas di sana, sampai ada keputusan lanjutan paska kejadian seperti ini," papar dia.

Sekadar diketahui, yang meninggal dunia ini karena memiliki penyakit bawaan. Jadi, sebelum terpapar Covid-19, sudah mengalami sakit lainnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved