Breaking News:

Bawaslu Jatim Temukan 5 Ribu Pemilih Ganda Selama Coklit Pilkada, Terbanyak di Sidoarjo

Berdasarkan dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) pendataan calon pemilih, data tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota dari 19 daerah penyelen

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Petugas KPU Kabupaten Kediri mengecek stiker di salah satu rumah warga yang telah dicoklit oleh petugas PPDP, Minggu (25/7/2020). 

Penulis : Bobby Constantine , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur menyoroti masih besarnya data ganda calon pemilih di Pilkada 2020.

Dari 19 daerah di Jawa Timur, jumlah data pemilih gandanya mencapai 5.397 calon pemilih.

Berdasarkan dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) pendataan calon pemilih, data tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota dari 19 daerah penyelenggara.

Data ganda terbanyak dari Sidoarjo (1.982 pemilih) dan disusul Tuban (1973 pemilih).

Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi menjelaskan bahwa kesamaan elemen data Pemilih identik ini berpotensi pada Pemilih tercatat.

Yang mana, tertulis lebih dari 1 kali dalam daftar Pemilih. "Singkatnya, disebut Pemilih ganda," kata Aang dikonfirmasi di Surabaya.

Dugaan pemilih ganda oleh Pengawas Pemilu didasarkan pada tiga elemen data Pemilih. Yakni, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama pemilih, dan alamat.

Jika terbukti Pemilih terdaftar lebih dari satu kali, maka daftar Pemilih yang lain harus dicoret. "Penting menjaga
“prinsip one man one vote one value” dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020," kata Aang.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim ini mengingatkan bahwa pemilih ganda berpotensi menimbulkan pelanggaran yang berdampak pada pemungutan suara ulang (PSU). Bahkan, bisa juga berujung pada Pidana Pemilihan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved