Berita Kediri Hari Ini
Perjuangan Komunitas Kampung Inggris Pare Kediri, Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid-19
Semua siswa yang berada di Kampung Inggris dipulangkan sejak tanggal 26 Maret 2020
Penulis : Farid Mukarrom , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kampung Inggris Pare Kediri berusaha eksis dengan melakukan pembelajaran daring selama pandemi Virus Corona.
Pemilik usaha kursus maupun usaha lain di kampung Inggris Pare langsung terdampak, terlebih kasus pertama positif Covid-19 di Kediri ada di kawawan kursus bahasa Inggris itu.
Hal ini dijelaskan oleh Ketua Paguyuban Kampung Bahasa (kampung Inggris) Pare Kabupaten Kediri Adi Mahesa.
Menurut Adi Mahesa cerita awal kegiatan yang dilakukan komunitas paguyuban kampung bahasa miliknya itu adalah saat kasus virus Corona pertama di Kabupaten Kediri berasal dari Pare.
Alhasil terbit aturan dari Bupati yang menghentikan kegiatan aktivitas belajar langsung melalui tatap muka langsung.
" Semua siswa yang berada di Kampung Inggris dipulangkan sejak tanggal 26 Maret 2020, " Kata Adi Mahesa kepada SURYAMALANG.COM.
Menambahkan bahwa saat kondisi awal pandemi tidak semua siswa dapat pulang karena didaerahnya sudah masuk zona merah saat itu.
"Bagi yang tidak pulang boleh bertahan asal tidak ada pembelajaran tatap muka langsung, " ucap pria yang akrab disapa Mr. Adi.
Selanjutnya pada bulan Mei 2020, segenap pengurus dari komunitas paguyuban kampung bahasa berdiskusi mengenai kelanjutan pembelajaran selama online.
"Kalau pembelajaran via online saja tidak bisa maksimal pertama dari segi pemahaman, kedua juga bagi masyarakat sekitar tidak akan berdampak, " kata Adi.
Hingga akhirnya komunitas paguyuban kampung bahasa menyepakati pembuatan skenario dan standar protokol kesehatan menjelang New Normal.
" Kita sudah berkirim surat mulai aparat desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri, DPRD dan BPBD, untuk menjelaskan konsep yang sudah disiapkan Era New Normal oleh komunitas paguyuban kampung bahasa, " ujar Adi Mahesa
Kemudian hasil dari keputusan rapat antara PEMDA, BPBD dan DPRD menghasilkan kesepakatan bahwa kampung bahasa boleh dibuka saat zona hijau.
" Kalau dari kita yang penting sudah siapkan perencanaan hingga sosialisasi kepada warga, sehingga sewaktu-waktu siap saat kabupaten Kediri masuk zona Hijau, " pungkas Adi Mahesa.